BOJONEGORO — Puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Bojonegoro berlangsung penuh keceriaan pada Minggu pagi (7/12/2025). Tak hanya sarat pesan moral, acara ini juga dihiasi pembagian 348 bibit pohon gratis kepada masyarakat sebagai simbol bahwa nilai integritas harus terus dipupuk layaknya tanaman yang membutuhkan perawatan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa Indonesia telah meratifikasi Hakordia sejak 2006. Artinya, hampir dua dekade bangsa ini secara konsisten memperingatinya sebagai wujud perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
Tahun ini, pemberian bibit pohon menjadi penanda bahwa integritas dibangun dari proses dimulai dari menanam, merawat, hingga tumbuh kuat dan memberi manfaat.
“Ketika kita mencintai alam, maka alam akan kembali memberi perlindungan. Karena itu mari perbanyak menanam pohon,” kata Wabup Nurul.
Ia menegaskan bahwa melestarikan alam bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tekad bersama seluruh manusia yang tidak bisa hidup tanpa keseimbangan lingkungan.
Di sela acara, Wabup Nurul juga mengajak seluruh peserta untuk mengirimkan doa bagi saudara-saudara di Sumatera yang sedang tertimpa musibah.
Tak kalah penting, rangkaian kegiatan Gebyar Sadar Pajak Daerah turut digelar bersamaan sebagai wujud kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat dikembalikan dalam bentuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung,” tegasnya dalam pengarahan di Jalan P. Mas Tumapel.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Teguh Prihandono, mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak pernah dilakukan sendirian.
Korupsi terjadi karena adanya kolaborasi negatif dari berbagai pihak, baik dalam lingkup masyarakat maupun instansi. Karena itu, Hakordia menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarkomponen dalam melawan korupsi.
Dia menambahkan bahwa kerja sama Inspektorat dengan Bapenda dalam kegiatan kali ini bertujuan mendorong kesadaran pajak daerah.
“Membayar pajak tepat waktu merupakan salah satu bibit dari sikap antikorupsi. Pajak ini hak masyarakat Bojonegoro untuk kembali digunakan dalam pembangunan,” ujarnya.
Kepala Bapenda Bojonegoro, Yusnita Liasari, turut menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini telah berkontribusi melalui kepatuhan pembayaran pajak. Menurutnya, partisipasi masyarakat adalah tenaga utama pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan, edukasi publik, serta nuansa hijau dari pembagian bibit pohon, puncak Hakordia 2025 di Bojonegoro menjadi pengingat bahwa integritas, kepedulian lingkungan, dan kesadaran pajak adalah fondasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkelanjutan. (aj)

























