Beranda TNI/POLRI Personel Polres Bojonegoro Ditempa Ilmu SAR dan Tanggap Darurat

Personel Polres Bojonegoro Ditempa Ilmu SAR dan Tanggap Darurat

IMG 20251206 WA0017

BOJONEGORO — Menjelang puncak musim hujan, Polres Bojonegoro mengambil langkah proaktif untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Selama dua hari, Kamis–Jumat (4–5/12/2025), jajaran kepolisian mengikuti pelatihan intensif penanganan darurat dan Search and Rescue (SAR) yang dipusatkan di Gedung AP I Rawi serta area Sungai Bengawan Solo, Desa Trucuk.

Kegiatan peningkatan kemampuan ini dibuka Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo, dan diikuti para Kanit Sabhara Polsek jajaran serta berbagai satuan teknis lainnya.

Pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas SDM Polri agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Untuk memperkaya pemahaman, Polres Bojonegoro menghadirkan berbagai narasumber kompeten dari BPBD Bojonegoro, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, RS Bhayangkara Wahyu Tutuko dan Damkar Bojonegoro.

Petugas Damkar memberikan pembekalan teknik pemadaman kebakaran, mulai pencegahan hingga evakuasi. Sementara BPBD menyampaikan manajemen bencana secara terpadu, lengkap dengan simulasi gempa, mitigasi risiko, dan langkah kesiapsiagaan.

Dari aspek kesehatan darurat, RS Bhayangkara membawakan materi Dokkpol, Kesehatan Lapangan, serta Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) untuk memastikan personel mampu menangani korban secara cepat dan profesional.

Brimob Polda Jatim turut memperkuat kemampuan SAR, terutama dalam menghadapi kejadian banjir dan kondisi darurat di wilayah aliran Bengawan Solo.

Kompol Yoyok menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dibagi dalam dua tahap. Hari pertama berisi pendalaman teori serta pemahaman prosedur teknis. Hari kedua dilanjutkan dengan simulasi dan praktik lapangan langsung di area Bengawan Solo.

Pendekatan kombinatif ini dinilai efektif karena tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat keterampilan teknis personel ketika menghadapi kondisi krisis di lapangan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat benar-benar memahami dan menerapkan materi yang diberikan. Semakin siap personel, semakin kuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana,” tegas Wakapolres.

Keterlibatan berbagai unit teknis di Polres Bojonegoro sekaligus memupuk sinergi lintas sektoral dalam penanganan darurat. Koordinasi yang kuat antar-satuan menjadi kunci kecepatan respon saat bencana terjadi.

Dengan penguatan kapasitas SDM ini, Polres Bojonegoro menargetkan peningkatan sistem penanggulangan bencana, terutama terhadap ancaman banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang rawan terjadi pada musim hujan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Bojonegoro terhadap bencana hidrometeorologi. (aj)