JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan dukungan penuh terhadap agenda besar pemerintah dalam membentuk Koperasi Merah Putih untuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh, yang diinisiasi Direktorat Jenderal PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan buruh sekaligus membuka ruang partisipasi lebih besar dalam ekosistem ekonomi nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai perwakilan serikat pekerja dari tingkat konfederasi hingga federasi. KSPI mengirim dua delegasi, yaitu Diding Sudrajat, Wakil Presiden KSPI Bidang Hubungan Antar Lembaga, dan Nu’man Fauzi, Sekretaris Jamnakerwatch KSPI, unit resmi KSPI yang fokus memantau implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
KSPI menilai pembentukan Koperasi Merah Putih selaras dengan agenda besar gerakan pekerja Indonesia, terutama dalam memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan daya tawar buruh, serta mendorong kemandirian ekonomi pekerja.
Presiden KSPI, Said Iqbal, sebelumnya menegaskan bahwa koperasi pekerja harus hadir sebagai “rumah ekonomi baru” yang dikelola secara transparan, profesional, dan berlandaskan semangat gotong royong.
“Kami melihat koperasi ini sebagai peluang memperkuat posisi buruh dalam menghadapi perubahan pola hubungan kerja yang makin dinamis,” ungkapnya.
Sementara, Diding Sudrajat, Wakil Presiden KSPI Bidang Hubungan Antar Lembaga, mengakui bahwa ini bukan sekedar program kesejahteraan, tetapi alat perjuangan buruh untuk mandiri dan meningkatkan daya tawarnya.
“KSPI berkomitmen mengawal pembentukan dan pengembangan koperasi di semua sektor agar dikelola secara transparan dan profesional,” ujar Diding, Jumat (5/12/2025).
Sebagai lembaga pemantau jaminan sosial ketenagakerjaan, Nu’man Fauzi, Sekretaris Jamnakerwatch KSPI menyatakan siap memastikan koperasi berjalan dengan tata kelola yang akuntabel.
Selain itu, Jamnakerwatch menekankan pentingnya literasi keuangan dan edukasi pekerja agar koperasi tidak hanya berdiri, tetapi mampu berkembang serta memberi manfaat langsung kepada anggota.
“Koperasi Merah Putih adalah momentum besar untuk memperkuat posisi pekerja dalam ekosistem ekonomi nasional,” ujar Nu’man.
Nu’man juga berharap, koperasi pekerja harus dibangun dengan tata kelola berbasis data dan prinsip akuntabilitas.
Edukasi anggota tak kalah penting agar koperasi benar-benar tumbuh dan memberi dampak nyata.
“Jamnakerwatch siap bekerja sama dengan pemerintah dan serikat pekerja demi menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai model koperasi modern yang adaptif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari KSPI dan keterlibatan berbagai konfederasi, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, memperkuat solidaritas buruh, serta membuka jalan menuju kemandirian ekonomi nasional. (dpw)

























