Beranda Daerah AWAS, Pil KB dan Suntik Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

AWAS, Pil KB dan Suntik Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

IMG 20251204 WA0002

BOJONEGORO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bojonegoro bersama RSUD Sosodoro Djatikoesoemo kembali menghadirkan edukasi kesehatan bagi masyarakat melalui program siar SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) di Radio Malowopati FM 95,8 MHz, Rabu (3/12/2025).

Mengangkat tema “Kanker Payudara, Kenali dengan Cermat, Sembuhkan dengan Tepat”, talkshow ini menghadirkan dr. Aulia Fitriani, Sp.Rad sebagai narasumber dan dipandu penyiar Lia Yunita.

Dalam sesi tersebut, dr. Aulia menegaskan bahwa kanker payudara dapat menyerang siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.

Ia menjelaskan bahwa benjolan di payudara terbagi menjadi dua kategori, tumor jinak dan tumor ganas, di mana tumor ganas adalah kanker yang perlu diwaspadai. Faktor hormonal, katanya, juga sangat berpengaruh terhadap munculnya benjolan.

Salah satu langkah penting yang wajib rutin dilakukan perempuan adalah SADARI (Periksa Payudara Sendiri) pada hari ke-9 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi.

Pada fase ini, kondisi payudara lebih lembut sehingga perubahan kecil lebih mudah terdeteksi.

“Kalau menemukan benjolan, jangan tunggu. Segera periksa ke dokter bedah untuk pemeriksaan awal sebelum dirujuk ke radiologi,” tegasnya.

dr. Aulia juga memaparkan berbagai faktor risiko kanker payudara, baik yang bisa dikendalikan maupun tidak. Risiko biasanya mulai meningkat pada perempuan usia di atas 18 tahun.

Faktor risiko tersebut antara lain, menstruasi pertama terlalu dini (di bawah 12 tahun), riwayat keluarga, belum pernah memiliki anak, melahirkan pada usia sangat muda, tidak menyusui dan penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang.

Untuk pencegahan, ia menganjurkan pola hidup sehat, antara lain olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan mengurangi makanan berpengawet atau tinggi gula.

Di sisi lain, fasilitas pemeriksaan kanker payudara di Bojonegoro disebut makin lengkap. RSUD Sosodoro kini memiliki berbagai alat penunjang, termasuk USG hingga MRI.

“Teknologi makin maju. Screening atau USG payudara itu tidak sakit, jadi jangan takut periksa,” ujarnya.

Menutup talkshow, dr. Aulia mengingatkan pentingnya kesadaran perempuan terhadap kesehatan dirinya sendiri serta urgensi deteksi dini.

“Begitu ada benjolan, segera cek. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang penanganan berhasil,” pungkasnya. (aj)