BOJONEGORO — Program pembangunan desa melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 terus menunjukkan progres nyata.
Hampir seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro kini bergerak masif memperbaiki infrastruktur, termasuk Desa Mulyoagung di Kecamatan Balen yang sejak akhir Oktober mulai mengerjakan pembangunan jalan poros desa.
Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menyampaikan bahwa setelah kepastian desanya menerima kucuran dana BKKD, pihak pemerintah desa langsung menyusun rencana teknis serta melakukan survei lapangan.
Seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme, mulai dari penerbitan SK Bupati, penyusunan dokumen pendukung hingga pengajuan pencairan dana.
“Pencairan tahap pertama sebesar 50 persen dari total anggaran. Sedangkan pencairan berikutnya dapat dilakukan setelah progres pembangunan minimal mencapai 90 persen,” jelas Abdi.
Abdi menambahkan, pelaksanaan pengadaan mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2021. Untuk anggaran di atas Rp200 juta wajib melalui proses lelang, sedangkan di bawah nilai tersebut diperbolehkan swakelola.
Di Mulyoagung, material seperti cor dan besi dilelang, sementara tenaga kerja dan pengawasan dilakukan secara swakelola.
“Alhamdulillah, program ini membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Saat ini sudah ada 22 warga yang ikut bekerja,” ungkapnya.
Pembangunan jalan ini sudah lama dinantikan warga. Jalan yang lebih baik diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mempermudah mobilitas pendidikan, dan mempercepat akses layanan kesehatan.
“Dengan adanya jalan yang lebih layak, aktivitas harian warga akan semakin efisien. Perputaran ekonomi juga akan lebih cepat,” tambah Abdi.
Untuk memastikan kualitas pekerjaan, pemerintah desa juga menunjuk pengawas khusus. Namun demikian, Abdi menegaskan bahwa pengawasan terbaik berasal dari masyarakat itu sendiri.
Di samping itu, tim mitigasi dari kecamatan dan Pemkab Bojonegoro juga rutin melakukan monitoring dan update progres di lapangan.
Adapun pembangunan jalan poros desa menggunakan rigid beton sepanjang 1,9 kilometer dengan lebar bervariasi 4–5 meter.
Proyek ini terbagi menjadi tiga segmen yang berada di, RT 2 RW 1,RT 8 RW 3,RT 10 RW 3 dan RT 11 RW 4.
Saat ini, progres pembangunan yang menggunakan anggaran tahap pertama bahkan sudah melampaui target, yakni lebih dari 70 persen.
Jika sesuai rencana, tahap pertama akan rampung pada Desember 2025 dan dilanjutkan dengan pengajuan pencairan tahap kedua.
Abdi menegaskan bahwa apabila pekerjaan belum selesai hingga akhir 2025, maka akan dilanjutkan menggunakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL) hingga maksimal akhir Maret 2026.
“Jika sampai akhir Maret 2026 belum selesai, maka dana harus dikembalikan ke kas daerah,” tegasnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Bojonegoro, Chusaifi Ivan Rachmanto, membenarkan bahwa program BKKD disalurkan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas desa lainnya ke 374 desa di Kabupaten Bojonegoro.
“Tahap pertama sudah cair dan pencairan tahap kedua dijadwalkan paling lambat Desember 2025. Dengan pembangunan serentak ini, harapannya konektivitas desa semakin baik dan mendorong akses masyarakat terhadap ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintah,” ujar Ivan. (aj)

























