Beranda Infotaiment FSP FARKES KSPI Serukan Keselamatan Kerja Jadi Budaya, Bukan Sekadar Slogan

FSP FARKES KSPI Serukan Keselamatan Kerja Jadi Budaya, Bukan Sekadar Slogan

IMG 20251111 WA0101 copy 1280x804

BEKASI – Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat kembali digaungkan oleh Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES KSPI).

Federasi ini hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Ditjen Binwasnaker dan K3)Kementerian Ketenagakerjaan RI, di Aula H. Dede Satibi, Lantai 2, Bekasi Islamic Center, Senin 10 November 2025.

Mengusung tema “Penerapan K3 di Perusahaan/Tempat Kerja bagi Serikat Pekerja/Serikat Buruh”, kegiatan ini menjadi wadah penting dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap penerapan Norma K3 dan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai UU Nomor 1 Tahun 1970 dan PP Nomor 50 Tahun 2012.

Turut hadir mewakili federasi, Siswo Darsono selaku Wakil Sekretaris Jenderal FSP FARKES KSPI, didampingi oleh Oktriwansyah, Ketua DPC FARKES KSPI Kota Bekasi, dan Solihin, Ketua DPC FARKES KSPI Kabupaten Bekasi, bersama jajaran pengurus lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Jenderal FSP FARKES KSPI, Siswo Darsono menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas utama di setiap lini industri.

“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tapi juga bagian dari perjuangan serikat pekerja. FSP FARKES KSPI akan terus mendorong agar K3 menjadi budaya di tempat kerja, bukan sekadar formalitas administratif,” tegasnya.

Senada dengan itu, Oktriwansyah menilai kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum strategis bagi serikat pekerja untuk memperkuat peran dalam pengawasan penerapan SMK3.

“K3 harus menjadi bagian dari agenda utama serikat di perusahaan. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa memastikan anggota bekerja dengan aman dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Solihin menambahkan bahwa kegiatan ini juga mempererat hubungan tripartit antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

“Kami menyambut baik sosialisasi ini karena memberikan pemahaman langsung dari pemerintah kepada serikat pekerja. Ini memperkuat kolaborasi antara pekerja, perusahaan, dan pengawas ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FSP FARKES KSPI memberikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI atas upayanya dalam meningkatkan kesadaran dan pembinaan penerapan K3.

Federasi juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan penerapan K3 yang berkelanjutan di seluruh sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia.

“Budaya K3 adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan industri. Kami siap berkolaborasi untuk mewujudkannya,” tutup Siswo Darsono. (dpw)