Beranda Infotaiment Kota Batu Kian Nasional, Pameran Keramik Mata Ruang Lama Kini Jadi...

Kota Batu Kian Nasional, Pameran Keramik Mata Ruang Lama Kini Jadi Sorotan

IMG 20251110 WA0083 copy 1280x801

KOTA BATU – Kota wisata yang terkenal dengan udara sejuk dan panorama alam indah ini kini kembali memancarkan aura kreatif luar biasa. Dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kota Batu, Studio MataHati Ceramics resmi membuka pameran seni keramik bertajuk “Mata Ruang Lama Kini”, Minggu sore (9/11/2025).

Pameran ini bukan sekedar ajang pamer karya. Ia adalah manifestasi dari semangat “Spirit Batu SAE” Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, dan Ekologis sekaligus bukti bahwa Kota Batu punya energi kreatif kelas dunia.

Selama dua pekan penuh, mulai 9 hingga 23 November 2025, pengunjung bisa menikmati berbagai karya seni keramik di Studio MataHati Ceramics, Perumahan Wastu Asri, Desa Junrejo, secara gratis setiap hari pukul 08.00–19.00 WIB.

Dalam pembukaan yang penuh kehangatan, hadir Prof. Dr. Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn., dosen Unesa sekaligus pendiri Omah Mikir, yang secara simbolis meresmikan pameran ini.

Dalam orasi seninya, Prof. Djuli menegaskan bahwa membuat keramik adalah seni yang sarat filosofi dan kesabaran.

“Keramik itu berisiko tinggi. Tidak bisa diulang seperti melukis. Sekali dibakar, semua harus tepat. Karena itu, dibutuhkan kesabaran tingkat dewa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “Mata Ruang Lama Kini” adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Masa lalu memberi akar sejarah dan teknik, sementara masa kini melahirkan semangat estetika bebas di mana karya diciptakan bukan untuk fungsi, tapi untuk kebahagiaan dan ekspresi murni seniman.

Prof. Djuli bahkan menyarankan agar keramik dijadikan media pendidikan, karena melatih keuletan, ketelitian, dan rasa tanggung jawab dalam proses berkarya.

Sementara itu, Muchlis Arif, Founder MataHati Ceramics, menegaskan bahwa pameran ini bukan acara tahunan biasa, melainkan bagian dari komitmen membangun ekosistem seni keramik di Jawa Timur.

“Kami benar-benar mendampingi teman-teman dari nol belajar, mencoba, mencipta, hingga akhirnya memamerkan karya mereka. Ini proses panjang dan berharga. Insyaallah, komitmen ini akan terus kami jaga demi menguatkan posisi Kota Batu sebagai Kota Wisata Kreatif,” ungkapnya.

Pameran ini menampilkan karya-karya dari sederet seniman keramik berbakat, antara lain, Adib Muktafi, Ahmad Saiful Umar, Alya R., Andi Sulistiono, Anggio Fano J.P., Dewi Andriawati, Erdiyan Ajeng Riska, Ilham Maulana P., Laila Halimatus S., M. Nashir Macap, Muchlis Arif, Raisa Matahati, Riska Tafrihatul Q., Rizky Octa Putra Levy, Robbiatul Ulfi M.S., Sofiyah Marwati, dan Tiara.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa Kota Batu bukan sekedar destinasi wisata alam, melainkan lahan subur bagi tumbuhnya seniman dan ide kreatif kelas tinggi.

Tak hanya pameran, Studio MataHati juga menyiapkan sesi Art Talk yang edukatif pada Sabtu sore, 15 November 2025.

Agenda ini membuka ruang dialog antara seniman dan pengunjung agar publik bisa memahami lebih dalam proses kreatif di balik setiap karya tanah dan api.

Pameran “Mata Ruang Lama Kini” menjadi penanda penting bahwa Kota Batu tak lagi hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena daya ciptanya yang menawan.

Di tangan para seniman, tanah liat menjelma menjadi karya berjiwa dan Kota Batu, sekali lagi, membuktikan diri sebagai pusat seni keramik kontemporer yang hidup, progresif, dan mendunia. (Fur)