Beranda Infotaiment Cantika Wahono Promosikan Batik Bojonegoro di FM X Malang

Cantika Wahono Promosikan Batik Bojonegoro di FM X Malang

1762705414719 copy 1280x853

MALANG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, kembali menunjukkan pesonanya sebagai sosok penggerak ekonomi kreatif daerah.

Dalam ajang bergengsi Festival Mbois 10 (FM X) yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (8/11/2025), Cantika tampil memukau sebagai narasumber inspiratif di hadapan para pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.

FM X tahun ini mengusung tema “Creative City” dengan tagline “Celebrating a Decade of Innovation”, menjadi bagian dari Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang digelar pada 6–10 November di Malang Raya. Ribuan pelaku industri kreatif, komunitas, dan penggiat budaya hadir untuk berbagi ide dan memperkuat jejaring nasional.

Dalam forum yang sarat inovasi itu, Cantika Wahono menjadikan batik khas Bojonegoro sebagai bintang utama.

Dengan penuh semangat, ia menceritakan filosofi di balik setiap goresan motif batik mulai dari motif daun jati, salak, padi, hingga motif yang terinspirasi ikon wisata seperti Negeri Atas Angin, Kayangan Api, dan Teksas Wonocolo.

“Setiap wastra Bojonegoro punya makna dan cerita. Kami di Dekranasda terus mendorong peningkatan kualitas dan nilai dari batik lokal agar semakin dikenal luas,” ujar Cantika di hadapan peserta FM X.

Menurutnya, batik bukan sekadar kain, melainkan representasi jati diri Bojonegoro yang kaya nilai budaya dan filosofi.

Tak berhenti pada batik, Cantika juga memperkenalkan kriya kayu jati khas Bojonegoro yang telah lama menjadi andalan ekspor mebel berkualitas tinggi.

Dirinya juga menggaungkan kuliner khas seperti serabi Bojonegoro, nasi gulung, dan sambel ale yang siap bersaing di pasar nasional.

“Kita punya sumber daya luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana melibatkan generasi muda agar mereka ikut melanjutkan dan mengembangkan potensi ini,” jelas Cantika.

Dia menambahkan, Dekranasda Bojonegoro bersama Komite Ekonomi Kreatif terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan para pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar, bahkan menembus pasar internasional.

Cantika menilai, regenerasi adalah kunci agar ekonomi kreatif Bojonegoro terus hidup. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun telah meluncurkan berbagai program pelatihan, lomba desain, serta ajang tahunan “Wastra Batik Festival” yang membuka ruang bagi generasi muda untuk berinovasi.

“Peluangnya terbuka luas. Anak-anak muda Bojonegoro punya potensi besar untuk membawa batik dan produk lokal kita ke level dunia,” tegasnya.

Penampilan Cantika Wahono di FM X 2025 menjadi bukti nyata bahwa Bojonegoro bukan hanya daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga gudang kreativitas dan inovasi budaya.

Melalui tangan-tangan kreatif dan semangat kolaboratif, Bojonegoro siap melangkah menjadi bagian dari peta ekonomi kreatif nasional bahkan global. (aj)