JAKARTA — Gelombang kemarahan publik terhadap bobroknya pelayanan haji tahun 2025 kian membara. Kali ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya turun ke jalan dengan nada keras menuntut pembersihan total di Kementerian Haji dan Umroh yang dianggap telah gagal melayani jamaah.
Dalam aksi moral keenam yang digelar di depan gedung Kementerian Haji dan Umroh, Kamis (6/11/2025), HMI menuding bahwa penyelenggaraan ibadah haji kini dikuasai mafia dan kepentingan bisnis, bukan lagi soal pelayanan umat.
Mereka menilai, menteri dan wakil menteri telah kehilangan kendali dalam memastikan haji berjalan layak dan bermartabat.
Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya, Ali Loilatu, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan praktik kotor yang merugikan jamaah.
“Kami tidak akan berhenti sampai mafia haji benar-benar dibersihkan. Menteri dan Wakil Menteri Haji harus bertanggung jawab. Ini bukan soal jabatan, tapi soal amanah umat,” tegas Ali dalam orasinya.
Menurut HMI, bukti kegagalan pelayanan terlihat jelas di lapangan, mulai dari pemondokan yang jauh dari layak, makanan yang buruk, hingga layanan transportasi yang amburadul.
Dua perusahaan penyedia layanan haji, Albait Guest dan Rakeen Mashariq, bahkan disebut tidak memenuhi standar kelayakan dan justru tetap dilindungi oleh pejabat kementerian.
Tuntutan HMI Jakarta Raya antara lain, mendesak Presiden RI segera mencopot Dahnil Anzar Simanjuntak dari jabatan Wakil Menteri Haji dan Umroh.
Menuntut pembatalan kontrak dua syarikah bermasalah, Albait Guest dan Rakeen Mashariq.
Meminta Dahnil Anzar Simanjuntak mundur secara moral dan politik atas kegagalan pelayanan haji.
Mendorong Komisi VIII DPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kementerian Haji dan Umroh.
HMI menegaskan, aksi ini bukan yang terakhir. Mereka berjanji akan terus turun ke jalan sampai pemerintah benar-benar menuntaskan persoalan ini.
“Negara tidak boleh tunduk pada mafia. Ibadah Haji adalah syiar suci yang tidak boleh dikotori oleh permainan uang dan jabatan,” seru Ali Loilatu lantang.
Aksi hari ini juga disertai dengan konferensi pers dan penyerahan dokumen tuntutan resmi kepada pemerintah. Suasana panas terlihat jelas, dengan spanduk besar bertuliskan “Copot Menteri dan Wamen Haji, Bersihkan Mafia Haji Sekarang”. (dpw)

























