BOJONEGORO – Pemerintah Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tahun 2025 bagi seluruh tim pembina Posyandu desa se-Kecamatan Kedungadem, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di aula kantor kecamatan ini diikuti oleh 168 peserta yang terdiri dari kepala desa, perangkat desa, kader Posyandu, hingga perwakilan organisasi wanita desa.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran desa dalam meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat melalui pelaksanaan enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum linmas dan sosial.
Camat Kedungadem Bayudono Margajelita dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen desa untuk menghidupkan kembali semangat Posyandu.
Ia menekankan bahwa Posyandu bukan hanya sekedar kegiatan bulanan, melainkan bagian penting dari pelayanan publik yang berkelanjutan.
“Posyandu ini bukan hanya urusan kesehatan balita, tapi sudah meluas pada enam bidang pelayanan. Artinya, peran desa dan masyarakat harus lebih aktif dan berdaya. Kita ingin pelayanan publik di tingkat desa semakin mantap dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujar Camat Bayudono.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada tataran seremonial. “Yang penting bukan hanya mendengarkan, tapi bagaimana mengimplementasikan ilmu ini di lapangan. Harapan kami, Posyandu di setiap desa menjadi pusat edukasi, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Camat Kedungadem berharap agar seluruh kader dan perangkat desa lebih proaktif melakukan evaluasi serta inovasi terhadap kegiatan Posyandu agar manfaatnya semakin terasa oleh masyarakat.
“Mari kita jadikan Posyandu sebagai simbol desa yang maju, peduli, dan tangguh. Dengan sinergi dan semangat gotong royong, saya yakin kita bisa mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Kedungadem,” pungkas Bayudono.
Sementara itu, Evie Octavia Marini, Kabid Ketahanan Masyarakat Desa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu tidak cukup hanya dengan memahami regulasi, tapi juga harus diikuti perubahan pola pikir (mindset) seluruh pelaksana di tingkat desa.
“Kami ingin seluruh peserta memahami amanah dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang pelaksanaan SPM. Jangan hanya mendengar atau mencatat, tapi terapkan di lapangan. Posyandu bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga tentang membangun keluarga yang tangguh di semua aspek,” tegasnya.
Evie juga mengajak seluruh kepala desa untuk memperkuat kolaborasi antar perangkat dan lembaga desa agar pelaksanaan enam bidang SPM berjalan optimal.
“Kerja tim adalah kunci. Ketika desa mampu mengintegrasikan semua potensi, maka Posyandu akan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Dalam pemaparannya, Evie menjelaskan bahwa Posyandu memiliki sejarah panjang sejak tahun 1975–1976. Saat itu, masyarakat berinisiatif mengatasi tingginya angka kematian ibu dan bayi dengan bergotong royong membentukan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).
Kemudian pada tahun 1986, melalui keputusan bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, istilah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) resmi digunakan dan diperingati setiap 29 April sebagai Hari Posyandu Nasional.
Kini, Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan dasar yang meliputi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Transformasi ini menuntut desa untuk berinovasi. Posyandu sekarang bukan hanya tempat timbang anak dan imunisasi, tapi juga wadah pemberdayaan dan pembinaan masyarakat lintas sektor,” ujar Evie menegaskan.
Sebelumnya, Kasi PMD Kecamatan Kedungadem, Bagus Dwi Atmanegara, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan publik hingga ke tingkat desa.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh tim pembina Posyandu memahami dan mampu menerapkan enam bidang SPM di wilayahnya masing-masing. Tujuannya agar pelayanan masyarakat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi antara kecamatan, pemerintah desa, dan kader Posyandu dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan warga di akar rumput.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menguatkan koordinasi dan pelaporan kegiatan Posyandu di masing-masing desa. (aj)

























