BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun dari pinggiran.
Melalui program Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2025, pembangunan infrastruktur kini menyasar hingga pelosok desa, termasuk Desa Sidodadi di Kecamatan Sukosewu, yang tengah berbenah lewat proyek jalan lingkungan dan rehabilitasi kios desa.
Di desa yang dikenal produktif secara ekonomi ini, jalan lingkungan sepanjang 200 meter kini mulai direhabilitasi. Separuh jalannya menggunakan paving sepanjang 100 meter, dan separuh lainnya memakai rigid beton 100 meter untuk memperkuat daya tahan serta kenyamanan pengguna jalan.
Kepala Desa Sidodadi, Dony, menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi kebutuhan mendesak warga karena jalur itu menjadi penghubung utama antar-rumah, gang, dan fasilitas publik, termasuk akses distribusi barang dan jasa masyarakat.
“Pekerjaan paving sudah rampung seluruhnya. Sekarang kami fokus pada tahap akhir rigid beton dengan proses berem atau pengurukan tepi jalan, supaya lebih awet dan sekaligus memperlebar akses bagi warga,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/2025).
Menurut Dony, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi bagian dari upaya besar mewujudkan konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan sebagaimana menjadi lima program prioritas Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
“Kami sangat bersyukur karena dukungan pemerintah daerah sangat nyata. Hasil pembangunan ini langsung dirasakan warga, terutama dalam memperlancar kegiatan ekonomi dan akses sosial masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya memperbaiki akses jalan, Pemerintah Desa Sidodadi juga bergerak dalam penguatan ekonomi lokal.
Tahun ini, desa tersebut melaksanakan rehabilitasi kios desa yang nantinya digunakan untuk mendukung UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat kecil.
“Rehab kios desa ini juga sudah selesai dan siap digunakan kembali oleh pelaku usaha lokal,” tambah Dony.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa juga tengah diajukan dan akan difokuskan untuk pembangunan tambahan 400 meter jalan rigid beton agar seluruh akses jalan lingkungan di Sidodadi tersambung mulus.
“Insyaallah semua sudah kami maksimalkan dalam perencanaan. Targetnya, tahun ini seluruh jalan lingkungan bisa terkoneksi dengan baik,” tegasnya.
Program pembangunan di Desa Sidodadi menjadi contoh bagaimana dana desa benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat tidak hanya membuka akses antarwilayah, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM lokal.
Dengan akses jalan yang lebih baik dan sarana usaha yang memadai, Desa Sidodadi selangkah lebih maju menuju desa mandiri ekonomi. (aj)

























