BOJONEGORO – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform, mulai Gojek, Grab, Maxim, hingga Shopee Food, kompak menggelar aksi damai dan doa bersama di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (30/08/2025) malam.
Mereka hadir bukan sekadar berkumpul, melainkan menyuarakan solidaritas untuk mengenang Affan Kurniawan (21), driver ojol yang meregang nyawa setelah tragis dilindas mobil Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/08/2025).
Sebelum doa bersama dimulai, ratusan ojol menyalakan lilin di halaman DPRD. Suasana hening bercampur haru. Cahaya lilin menjadi simbol duka mendalam sekaligus penghormatan terakhir untuk Affan.
Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, menyebut aksi ini bukan hanya bentuk solidaritas, tapi juga pengingat bahwa Affan adalah “pahlawan demokrasi” sekaligus pahlawan bagi keluarganya.
“Semoga doa dan tahlil kami menjadi hadiah terindah untuk almarhum,” ucapnya dengan suara bergetar.
Tak hanya berhenti pada doa, Suwito menyampaikan tuntutan yang sudah lama diperjuangkan komunitas ojol, pemotongan tarif yang selama ini mencapai 20% diminta segera diturunkan menjadi maksimal 10%.
Menurutnya, langkah itu sangat penting agar para driver bisa bernafas lebih lega dalam menghadapi kerasnya hidup sehari-hari.
“Kalian (anggota dewan) dipilih rakyat, gaji kalian dari keringat rakyat. Jangan sekali-kali sakiti hati rakyat,” tegas Suwito lantang di depan gedung DPRD.
Mengingat situasi nasional yang tengah memanas, komunitas ojol Bojonegoro hanya menurunkan sekitar 100 orang dalam aksi ini. Itu pun sesuai arahan Kapolres agar aksi berjalan damai, aman, dan tanpa insiden.
Suwito berharap peristiwa memilukan yang menimpa Affan tidak terulang lagi. Ia juga mendesak agar keadilan benar-benar ditegakkan.
“Kami ingin aksi ini jadi momentum lahirnya kesadaran baru: kesejahteraan driver harus diperhatikan, keadilan jangan diabaikan,” tandasnya.
Di waktu yang sama, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, juga menggelar konferensi pers. Ia menegaskan agar pemerintah segera memanggil perusahaan digital platform untuk memenuhi tuntutan para pekerja ojol, di antaranya, mengubah sistem potongan tarif (komisi/fee) yang diberlakukan kepada pekerja Ojol untuk diubah dari 20% menjadi maksimal 10%, menghapus sistem tarif minimal (argo goceng) dan paket hemat lainnya dan tidak mengenakan sanksi dalam bentuk apapun (suspend dan Pemutusan Mitra atau PM) kepada pekerja Ojol yang mengikuti aksi demonstrasi.
Aksi damai dan doa bersama ojol Bojonegoro malam itu menjadi bukti nyata aspirasi bisa disampaikan tanpa kekerasan, tanpa anarki.
Mereka berharap, lilin-lilin yang menyala untuk Affan juga menjadi cahaya perubahan bagi seluruh driver ojol di Indonesia. (aj)

























