Beranda Infotaiment Ribuan Ojol Siap Guncang Jakarta Usai Rekan Dilindas Mobil Brimob

Ribuan Ojol Siap Guncang Jakarta Usai Rekan Dilindas Mobil Brimob

8da780dc e96f 4cf3 9f06 fdfc7bc1ac85

JAKARTA – Ibukota Jakarta memanas usai insiden maut yang melibatkan kendaraan taktis (rantis) milik Brimob dengan dua pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pejompongan.

Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (27/8/2025) itu menewaskan seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan, sementara rekannya Moh. Umar Amirudin mengalami luka berat.

Kabar tersebut langsung memicu gelombang kemarahan komunitas ojol di Jabodetabek dan sekitarnya.

Ribuan pengemudi berjaket hijau dan kuning mendatangi Mako Brimob untuk menuntut keadilan atas tragedi yang mereka anggap sebagai bentuk kesewenang-wenangan aparat.

Pantauan lapangan menunjukkan ribuan ojol berbondong-bondong mengepung Mako Brimob. Suara knalpot dan klakson saling bersahutan, pekikan

“Keadilan untuk Affan,” menggema di udara. Situasi sempat ricuh ketika massa mengamuk dan seorang polisi diduga menjadi korban amarah pengunjuk rasa.

Massa menegaskan, aksi itu bukan sekedar protes biasa, melainkan bentuk solidaritas atas sahabat mereka yang menjadi korban.

“Kami tidak terima, nyawa teman kami bukan mainan. Kalau tidak ada keadilan, Jakarta akan hijau dan kuning,” teriak salah satu koordinator aksi dari atas mobil komando.

Tak hanya di jalanan, amarah ojol juga meledak di media sosial. Tagar #PolisiPembunuh menduduki trending topic di X (Twitter).

Ribuan netizen menuntut transparansi penanganan kasus ini, bahkan mendesak agar pihak yang bertanggung jawab segera diproses hukum.

Meski Kapolri dan pihak Istana sudah menyampaikan permintaan maaf, para driver menilai langkah itu masih jauh dari cukup. Mereka ingin ada pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar kata-kata.

Situasi diperkirakan semakin panas pada Jumat (29/8/2025) mendatang. Usai Sholat Jumat, ribuan ojol berencana melakukan aksi besar-besaran di Jakarta.

Mereka akan memenuhi jalanan dengan jaket hijau dan kuning sebagai simbol perlawanan dan solidaritas.

“Kita bukan rakyat kecil yang bisa diinjak-injak. Kita solid, dan kita akan terus bergerak sampai keadilan ditegakkan,” ujar salah satu perwakilan ojol di lokasi.

Tuntutan utama massa ojol sederhana namun tegas yaitu usut tuntas tragedi ini, seret pelaku ke meja hukum, dan berikan hukuman setimpal. Mereka menolak segala bentuk impunitas aparat.

Banyak pihak menilai, insiden ini bisa menjadi momentum evaluasi besar bagi institusi kepolisian, khususnya Brimob, terkait penggunaan kendaraan taktis di tengah masyarakat sipil.

Dengan rencana aksi Jumat (29/8/2025), Jakarta diprediksi akan menghadapi gelombang massa yang luar biasa.

Aksi solidaritas ini bukan hanya soal komunitas ojol, tetapi juga telah menyedot simpati publik luas yang menuntut keadilan.

Apakah aparat akan mampu meredam gejolak ini, atau justru aksi ojol akan menjadi babak baru dalam sejarah perlawanan rakyat terhadap kesewenang-wenangan. (Dms)