Beranda Politik Reses DPRD Bojonegoro Bambang Sutriyono: Aspirasi Masyarakat dan Pelajar Diserap

Reses DPRD Bojonegoro Bambang Sutriyono: Aspirasi Masyarakat dan Pelajar Diserap

500102d8 4aed 43d8 962d a0f62ebc5b52

BOJONEGORO – Reses masa sidang II Anggota DPRD Bojonegoro kembali menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan konstituen. Kali ini, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Sutriyono, Dapil III turun langsung menyapa warga Kecamatan Baureno, Senin (25/8/2025).

Berbeda dari reses biasanya, forum kali ini menghadirkan beragam elemen, mulai dari tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga para pelajar dari Baureno, Kepohbaru, dan Kanor.

Kehadiran generasi muda dalam agenda politik ini menambah dinamika, karena mereka ikut menyampaikan gagasan serta kebutuhan yang berkaitan dengan masa depan pendidikan di Bojonegoro.

“Reses ini adalah saat paling tepat bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat dari berbagai lapisan,” ujar Bambang di hadapan peserta.

Dalam kesempatan itu, legislator PDI Perjuangan ini memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2025 yang mencapai Rp 7,8 triliun.

Dana besar tersebut bersumber dari bagi hasil migas, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan investasi daerah.

Menariknya, 20 persen dari total APBD dialokasikan untuk sektor pendidikan. Menurut Bambang, keputusan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dan DPRD dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan adalah kunci. Kalau kualitas SDM kita baik, maka Bojonegoro akan lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.

Selain pendidikan, Bambang juga menyinggung soal program kesehatan. Ia memastikan bahwa Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan maksimal.

Dengan hanya menunjukkan KTP, masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas maupun rumah sakit umum daerah.

Tak hanya itu, ia juga memperkenalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang disalurkan melalui aspirasi Anggota DPR RI Abidin Fikri SH MH.

Program beasiswa ini diharapkan mampu membantu pelajar dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

“Anak-anak Bojonegoro harus punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Jangan sampai ada yang putus sekolah karena faktor ekonomi,” pungkas Bambang.

Kehadiran tokoh masyarakat hingga pelajar dalam reses kali ini membuktikan bahwa aspirasi rakyat datang dari berbagai lapisan.

DPRD pun diingatkan kembali akan perannya sebagai penyambung lidah rakyat dan penentu arah kebijakan pembangunan.

Masyarakat berharap, hasil reses ini tidak hanya berhenti sebagai catatan, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program nyata, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. (aj)