Beranda Daerah Resmi Dilantik, GOW Bojonegoro Periode 2025–2030 Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

Resmi Dilantik, GOW Bojonegoro Periode 2025–2030 Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

99a49846 54da 4e86 88ba 631283921b44

BOJONEGORO – Peran perempuan kembali mendapat sorotan penting dalam pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat melantik sekaligus mengukuhkan jajaran Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro Periode 2025–2030, di Gedung Angling Dharma, Selasa (26/8/2025).

Acara pelantikan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Sebanyak 47 organisasi wanita kini resmi bergabung dalam wadah GOW, meningkat dari sebelumnya 37 organisasi.

Pertumbuhan ini disebut sebagai bukti semakin kuatnya peran perempuan Bojonegoro dalam berbagai bidang kehidupan sosial, pendidikan, hingga kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan bahwa GOW bukan sekedar wadah organisasi, melainkan motor penggerak perubahan sosial yang mampu bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi unggul. GOW bisa hadir berdampingan dengan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan sosial. Kami melihat potensi besar GOW dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi, komunikasi, dan orientasi kerja nyata agar GOW benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan hanya simbol kelembagaan.

“GOW harus jadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi Bojonegoro yang hebat, unggul, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tandas Bupati Setyo Wahono.

Sejalan dengan itu, Cantika Wahono, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus pengurus GOW yang baru dilantik, menyampaikan harapannya agar GOW menjadi mitra strategis Pemkab dalam mendukung program pembangunan.

Menurut Cantika, GOW harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, memperkuat persatuan, sekaligus mewujudkan kesetaraan gender di berbagai sektor.

“Kami berharap amanah ini tidak dianggap sebagai beban, tetapi panggilan hati untuk berjuang bersama. GOW harus menjadi nilai moral dan intelektual yang membawa manfaat nyata bagi daerah kita tercinta,” tutur perempuan yang akrab disapa Bunda Cantika itu.

Dengan kehadiran pengurus baru GOW periode 2025–2030, Pemkab Bojonegoro optimis bahwa kolaborasi lintas organisasi wanita akan semakin memperkuat pembangunan daerah.

Terlebih, isu-isu penting seperti pendidikan anak, kesehatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan karakter bangsa diyakini bisa lebih cepat diwujudkan dengan peran aktif perempuan. (Pro/aj)