LAMONGAN – Senja yang biasanya membawa ketenangan di Rawa Desa Siman, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, mendadak berubah jadi panggung drama penyelamatan.
Lima pemancing asal Surabaya dan Gresik hampir saja kehilangan nyawa setelah perahu paralon sederhana yang mereka tumpangi tenggelam di tengah rawa pada Minggu petang (24/8/2025).
Awalnya, Slamet Suroso, Agus Hariyanto, Moh Irgham Nuramin, Mohamad Ismieq, dan Dicky Mahendra Widyanata berangkat dengan semangat.
Cuaca cerah pagi itu seakan menjanjikan hari penuh keberuntungan. Dengan bekal perahu paralon, mereka menyusuri air menuju spot andalan yang katanya penuh ikan.
Namun, siapa sangka, jelang sore sekitar pukul 17.00 WIB, perjalanan pulang berubah jadi mimpi buruk. Perahu yang mereka andalkan tak sanggup lagi mengapung, perlahan tenggelam, dan meninggalkan kelimanya terjebak di tengah rawa. Tanpa alat bantu, tanpa jalan kembali, hanya ditemani kegelapan yang kian merayap.
Dalam kepanikan, Dicky Mahendra berhasil menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Korwil Babat. Panggilan darurat itu menjadi kunci penyelamatan. Informasi segera diteruskan, hingga pukul 19.05 WIB Polsek Sekaran menerima laporan resmi.
Sekejap, tim gabungan dikerahkan, Polsek Sekaran, Koramil, Damkar, BPBD Lamongan, dan warga sekitar. Mereka menembus lumpur pekat, kegelapan malam, dan dinginnya rawa. Semua bergerak dengan satu tujuan yaitu menyelamatkan nyawa.
Dipimpin Aiptu Hurianto dan Briptu Fernanda dari Polsek Sekaran, bersama Sertu Sunardi dari Koramil serta tim penyelamat lainnya, operasi dilakukan penuh perjuangan. Dengan bantuan tali tambang, satu per satu pemancing berhasil ditarik menuju daratan.
Sekitar pukul 20.00 WIB, drama mencekam itu akhirnya berakhir bahagia. Kelima korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka. Tangis haru dan lega pecah ketika kaki mereka menapak tanah kering setelah berjam-jam bergelut dengan maut di tengah rawa.
Kapolsek Sekaran, Iptu Ahmad Zunaedi, S.IP, mengapresiasi kerja sama luar biasa lintas instansi.
“Ini jadi pelajaran penting. Keselamatan harus jadi prioritas utama. Kami menghimbau para pemancing dan warga lain untuk selalu memastikan kondisi perahu dan perlengkapan sebelum beraktivitas di perairan,” tegasnya.
Kejadian ini bukan sekedar insiden tenggelamnya perahu. Lebih dari itu, ia menjadi kisah tentang keberanian, solidaritas, dan kemanusiaan.
Di balik sunyi Rawa Siman, lahirlah cerita penyelamatan yang akan selalu dikenang malam yang hampir menjadi gelap abadi, namun justru diterangi cahaya keberanian para penyelamat. (Bup)