BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PAN Bintang Nurani Rakyat, Moch. Choirul Anam, S.Pd., M.A.P., menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025 di Gedung Pendopo PSHT, Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, pada Minggu (24/8/2025).
Reses ini diawali dengan pemaparan langsung dari Choirul Anam mengenai peran DPRD, sistem penganggaran, serta program-program pembangunan Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kesempatan tersebut, Anam menegaskan bahwa reses merupakan wadah penting untuk menyerap aspirasi masyarakat agar bisa diperjuangkan dalam kebijakan daerah.
Dirinyaa juga menjelaskan, tingginya APBD Bojonegoro sebagian besar masih bergantung pada dana transfer pusat dan bagi hasil migas, padahal, migas sifatnya terbatas dan akan habis pada waktunya.
“Pemkab harus menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan membuka seluas-luasnya peluang investasi dan lapangan kerja. Kabar baiknya, ke depan akan dibangun pabrik bioethanol di Bojonegoro. Ini tentu menjadi peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas sang Dewan di hadapan peserta reses.
Dia juga menyampaikan bahwa janji-janji kampanye kepala daerah bisa direalisasikan paling cepat melalui P-APBD 2025, di antaranya program GAYATRI, bantuan lele, domba kesejahteraan, BOSDA, hingga beasiswa pendidikan.
Sejumlah warga pun menyampaikan berbagai usulan yang dianggap mendesak untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain, Suwaji dari Desa Tondomulo, meminta perbaikan jalan Malangbong yang masih kurang sekitar 2 km menuju di perbatasan wilayah Nganjuk, serta peningkatan akses jalan menuju Bunten yang juga kurang 2 km.
Ya’iman mengusulkan agar SIPD membuka ruang pengajuan program organisasi dan karang taruna, sehingga bisa mengajukan rehabilitasi gedung kepemudaan sebagai sarana pembinaan pemuda. Ia juga meminta pembangunan drainase di depan Pendopo PSHT.
Nur Ridwan menyoroti soal BOSDA yang perlu regulasi pemanfaatan lebih jelas. Ia juga berharap siswa yang tidak mendapat kuota KIP Kemenag bisa di backup oleh Pemkab. Selain itu, dia menyoroti kendala guru yang sulit masuk ke dapodik.
Sedangkan, Nadi dari Desa Tlogoagung meminta perhatian untuk kesejahteraan Linmas. Nurhadi mengusulkan pemasangan lampu penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas, terutama di perempatan dan sekitar sekolah di jalur Kedungadem–Jombang yang semakin ramai karena menjadi akses alternatif menuju Tol Jombang.
Abu meminta adanya pelatihan dan sertifikasi untuk pekerja jasa pijat, agar lebih profesional dan memiliki daya saing.
Sementara, Hadi dari Desa Tumbrasanom menekankan pentingnya pembukaan lapangan pekerjaan yang lebih luas untuk menekan angka pengangguran.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, anggota DPRD Moch. Choirul Anam menyatakan siap mengawal aspirasi masyarakat agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Semua usulan ini menjadi catatan penting dan akan kami sampaikan dalam pembahasan di DPRD. Aspirasi bapak-ibu adalah bahan berharga untuk pembangunan Bojonegoro yang lebih maju,” tegasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog interaktif antara warga dan anggota dewan, mencerminkan semangat demokrasi partisipatif di tingkat daerah. (aj)