BOJONEGORO – Bojonegoro tak ingin lagi jadi langganan banjir. Rentetan bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor, telah menerjang wilayah ini sebanyak 45 kali hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2025.
Akibatnya, rumah-rumah terendam, sawah gagal panen, dan aktivitas warga pun terganggu.
Kondisi ini diperparah oleh sungai yang makin dangkal karena sedimentasi, hutan di hulu yang gundul, serta curah hujan yang terus mengguyur.
Namun, Pemkab Bojonegoro tak tinggal diam, dengan sigap menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk menyusun strategi jitu melawan banjir.
Ibarat duet maut, kedua pihak ini bahu-membahu mencari solusi terbaik.
BBWS Bengawan Solo, sebagai ahli dalam urusan pengelolaan air, langsung turun tangan memberikan rekomendasi teknis dan bantuan operasional.
Bantuan konkret pun segera mengalir. BBWS melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Wilayah IV telah menyalurkan berbagai kebutuhan darurat, mulai dari material penguat tanggul hingga tenaga ahli dan alat berat.
Tujuannya jelas, mempercepat penanganan di wilayah yang paling parah terdampak banjir.
Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga tengah menyiapkan rencana jangka pendek untuk tahun ini, salah satunya adalah normalisasi Sungai Semar Mendem sepanjang 5 kilometer.
Langkah ini diharapkan bisa melegakan “napas” sungai dan mengurangi risiko banjir yang kerap berulang.
Tapi, Pemkab Bojonegoro dan BBWS tak hanya fokus pada penanganan sesaat.
Pemkab juga menyiapkan strategi jangka panjang yang lebih ambisius, yakni memulihkan ekosistem di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).
Kecamatan Gondang, Dander, dan Baureno menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan ini.
Salah satu langkah kuncinya adalah program reboisasi di hulu sungai yang kondisinya sudah memprihatinkan.
Dengan menanam kembali pohon, diharapkan tanah bisa lebih baik dalam menyerap air hujan dan mengurangi material sedimen yang menyumbat sungai.
Kolaborasi apik antara Pemkab Bojonegoro dan BBWS Bengawan Solo ini menunjukkan komitmen kuat untuk mengatasi masalah banjir secara komprehensif.
Pemkab Bojonegoro dan BBWS Bengawan Solo tak hanya berpikir soal solusi instan, tapi juga merancang langkah-langkah berkelanjutan demi masa depan yang lebih aman dari ancaman banjir.
“Ke depan, kita menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk pembangunan embung, sudetan sungai, dan reboisasi untuk mengurangi risiko banjir. Dengan langkah konkret ini, kami memastikan upaya mitigasi bencana berjalan efektif demi melindungi pemukiman dan ketahanan pangan masyarakat,” tegas Bupati Wahono, memberikan harapan baru bagi warga Bojonegoro. (aj)