LAMONGAN – Di Pasar Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, harga daging ayam potong mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri 2025.
Para pedagang mulai beroperasi kembali dengan harapan meraih keuntungan dari pelanggan yang mencari daging ayam.
Namun, kenyataannya adalah harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp40.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang sebesar Rp35.000.
Lonjakan harga ini telah menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir.
Khusnul Khotimah, seorang pedagang ayam berusia 55 tahun, menyatakan bahwa meskipun ada kenaikan harga, penjualan daging ayam potong tidak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini, daya beli masyarakat semakin lemah. Saya hanya bisa menjual sekitar 4 kuwintal setiap hari, sementara tahun lalu bisa mencapai 6 kuwintal,” ujar Khusnul, Kamis (3/4/2025).
Ini menunjukkan bahwa meski harga tinggi, jumlah pembeli tetap menurun.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, kenaikan harga daging ayam dan telur juga dipengaruhi oleh pasokan yang masih terbatas.
Harga telur, contohnya, yang sebelumnya Rp24.000 per kilogram kini naik menjadi Rp29.000.
Dia menggarisbawahi bahwa kenaikan harga ini adalah hal yang wajar mengingat situasi pasca lebaran.
Para pedagang berharap agar daya beli dapat segera pulih, sehingga penjualan bisa kembali normal dalam waktu dekat. (Bup)