LAMONGAN – Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang penuh arti dan berkah, tidak hanya bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga bagi para pedagang bunga tabur di Lamongan.
Menjelang Idul Fitri, tradisi nyekar atau ziarah kubur semakin ramai, dan ini menjadi kesempatan emas bagi penjual bunga untuk meraih rezeki berlimpah.
Di H-1 Idul Fitri, tepatnya pada tanggal 30 Maret 2025, para penjual bunga tabur di Lamongan merasakan lonjakan penjualan yang signifikan.
Sehari sebelum Idul Fitri menjadi hari yang paling dinanti oleh pedagang, karena masyarakat berbondong-bondong melakukan ziarah ke makam sanak saudara.
Penjual bunga pun berharap momen ini dapat memberikan keuntungan yang melimpah bagi mereka.
Salah satu penjual bunga, Sutijan (56), mengungkapkan bahwa ia sudah berjualan sejak tanggal 27 Maret 2025. Dalam sehari, ia mampu menjual hingga 100 bungkus bunga tabur.
Sutijan menjual bunga dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 5.000 untuk kantong kecil, Rp 7.000 untuk ukuran sedang, dan Rp 10.000 untuk ukuran besar.
Dengan meningkatnya pembelian sejak 29 Maret, omzet penjualannya mencapai Rp 600.000 per hari, menandakan betapa banyaknya orang yang melakukan ziarah kubur di hari-hari menjelang lebaran ini. (Bup)