BOJONEGORO – Kabar terkini dari Sungai Bengawan Solo menunjukkan peningkatan signifikan pada ketinggian air.
Data terbaru dari Perusahaan Umum Jasa Tirta III Bengawan Solo, Minggu 30 Maret 2025, per pukul 08.00 WIB pagi melaporkan bahwa sungai terpanjang di Jawa ini telah memasuki status Siaga 2 (Kuning).
Pantauan di dua titik utama, Karangnongko dan Bojonegoro, menunjukkan tren kenaikan yang perlu diwaspadai.
Berikut rincian ketinggian air:
Karangnongko: Terpantau pada angka 28.10 meter. Meski masih di bawah ambang Siaga 2 (29.50 meter), tren penurunan yang melambat mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut.
Bojonegoro: Justru menunjukkan perkembangan yang lebih mengkhawatirkan. Pada pukul 08.00 WIB, ketinggian air tercatat 13.19 meter, melewati ambang batas Siaga 2 (13.06 meter).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Heru Wicaksi menyampaikan, dengan tren ketinggian air yang terus meningkat, masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya wilayah Bojonegoro, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan ekstra hati-hati saat melakukan aktifitas di sekitar Bengawan.
“Warga agar mengikuti perkembangan ketinggian air bengawan Solo, agar bisa cepat merespon apabila kondisi darurat,” jelasnya.
Berikut adalah status siaga di kedua lokasi:
* Karangnongko:
* Siaga 1 (Hijau): \le 29.00 m
* Siaga 2 (Kuning): 29.50 m
* Siaga 3 (Merah): \ge 30.00 m
* Bojonegoro:
* Siaga 1 (Hijau): \le 12.06 m
* Siaga 2 (Kuning): 13.06 m
* Siaga 3 (Merah): \ge 14.04 m
Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan informasi lebih lanjut serta mengambil tindakan yang diperlukan.
Masyarakat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro melalui:
* Telepon/Fax: (0353) 887811
* WA/Telegram: 08113356444
* Facebook: Pusdalops Bpbd Bojonegoro
* Twitter: @bjnbpbd
* Email: bpbd.bjn@gmail.com
* Website: http://bpbd.bojonegorokab.go.id
BPBD Kabupaten Bojonegoro menghimbau, diharapkan masyarakat tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi perubahan kondisi air Bengawan Solo. (aj)