Beranda Peristiwa Pencari Ikan Asal Desa Sidomulyo Lamongan Ditemukan Oleh Warga di Sungai Tak...

Pencari Ikan Asal Desa Sidomulyo Lamongan Ditemukan Oleh Warga di Sungai Tak Bernyawa

Img 20250326 wa0037

LAMONGAN – Suasana duka menyelimuti Desa Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (26/3/2025).

Seorang warga bernama Sukiman (47), yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai pencari ikan, ditemukan meninggal dunia setelah dievakuasi dari sungai tempat ia biasa menjala ikan.

Pria malang tersebut sebelumnya berpamitan untuk mencari ikan di sungai, namun takdir berkata lain.

Sukiman, warga asli Desa Sidomulyo, ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tertelungkup di permukaan air sungai di desa yang sama.

Penemuan ini bermula dari kesaksian M. Farel Dwi Firmansyah, yang sedang asyik memancing bersama dua rekannya di tepi sungai Dusun Semampir sekitar pukul 12.30 WIB.

Salah satu teman Farel, Randa, menjadi saksi kedua yang melihat tubuh Sukiman mengapung dalam posisi tertelungkup.

“Saya sedang memancing menghadap ke timur, tiba-tiba melihat ada korban itu,” tutur Randa dengan nada terkejut.

Randa kemudian segera memberitahukan penemuan mengerikan tersebut kepada Kepala Dusun Semampir, Wasan.

Perangkat desa pun dengan sigap melaporkan kejadian ini ke Polsek Mantup.

Aparat kepolisian segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan investigasi.

Hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga Sukiman pun tampak tabah dan ikhlas menerima musibah yang menimpa anggota keluarga mereka.

Meskipun pihak kepolisian sempat menawarkan proses otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, keluarga Sukiman memilih untuk menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak otopsi.

Menyikapi kejadian tragis ini, pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati, terutama di musim penghujan saatVolume air sungai berpotensi meluap dan arusnya menjadi lebih deras.

Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan keselamatan diri saat beraktivitas di tepi sungai.

Kisah tragis Sukiman ini menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin mengintai di sekitar lingkungan perairan, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. (Bup)

Artikel sebelumyaJurnalis Yang Kritis Harap Waspada, Teror Mengintai
Artikel berikutnyaSiapkan Generasi Emas, Bojonegoro Gelar Pelatihan Parenting Literasi Digital