Beranda Hukrim Anak-Anak di Gresik Ini Kembali Terjerat Kasus Curanmor

Anak-Anak di Gresik Ini Kembali Terjerat Kasus Curanmor

Img 20250323 wa0000

GRESIK – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melibatkan anak-anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Gresik.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinas KBPPPA) serta Dinas Sosial (Dinsos), langsung bergerak cepat untuk menangani kasus yang memprihatinkan ini.

Ironisnya, ini bukan kali pertama ketiga anak tersebut berurusan dengan hukum.

Sebelumnya, mereka pernah terlibat dalam kasus serupa dan mendapatkan pendampingan dari pekerja sosial (peksos) Polsek Manyar.

Namun, lingkaran setan ini kembali berulang, memaksa Pemkab Gresik meningkatkan penanganan dengan melibatkan Polres Gresik dalam intervensi bersama.

Wakil Bupati Gresik, dr Asluchul Alif, mengungkapkan bahwa Dinas KBPPPA saat ini fokus pada pendampingan proses hukum, asesmen mendalam untuk penanganan lanjutan, serta koordinasi intensif dengan keluarga anak-anak tersebut.

“Kami berupaya memahami akar permasalahan dan memberikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Dinsos, melalui para pekerja sosialnya, juga turut serta dalam pendampingan proses hukum dan rehabilitasi sosial.

“Tujuan kami adalah memberikan pembinaan yang efektif agar anak-anak ini tidak kembali ke jalan yang salah,” tegas Dokter Alif, sapaan akrab Wabup Gresik.

Hasil asesmen awal mengungkap bahwa lingkungan yang kurang mendukung, termasuk minimnya pengawasan keluarga, menjadi faktor utama yang mendorong anak-anak ini kembali melakukan tindak kejahatan.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya peran keluarga dalam pembentukan karakter anak,” imbuh Wabup.

Dengan status Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), penanganan dilakukan sesuai regulasi, yaitu melalui rehabilitasi sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan perlindungan dan pembinaan yang layak,” jelas Dokter Alif.

Dinsos Kabupaten Gresik menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah-langkah yang diambil Dinas KBPPPA.

“Kami bekerja sama untuk memastikan bahwa kepentingan terbaik bagi anak-anak ini selalu menjadi prioritas utama,” kata perwakilan Dinsos.

“Anak-anak yang berhadapan dengan hukum akan mendapatkan bimbingan mental, fisik, spiritual, dan sosial agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Wabup Gresik, dr Asluchul Alif, penuh harap. (Fs)

Artikel sebelumyaResep Rahasia Kepiting Saus, Pedasnya Bikin Nagih
Artikel berikutnyaPolisi Kediri Turun Tangan, Kebun Pangan Desa Toyoresmi Jadi Perhatian Utama