Beranda Politik Debat Publik ke 2 Pilkada Kabupaten Kediri, Dua Paslon Paparkan Visi Misi...

Debat Publik ke 2 Pilkada Kabupaten Kediri, Dua Paslon Paparkan Visi Misi nya

Camscanner 14 11 2024 00.54 2

KEDIRI – Pada tanggal 12 November 2024, KPU Kabupaten Kediri menggelar debat publik kedua untuk Pemilihan Kepala Daerah periode 2024-2029. Acara ini diselenggarakan di convention hall simpang lima gumul Kabupaten Kediri, dan melibatkan dua pasangan calon: Deny Widiyanarko-Mudawamah (nomor urut 1) dan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Maria Ulfa (nomor urut 2). Tema utama debat adalah penyampaian visi dan misi terkait kesejahteraan, pelayanan kesehatan, ekonomi, kependudukan, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

KPU berharap bahwa debat ini membantu masyarakat memahami dan membandingkan visi serta program kerja masing-masing calon, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih informatif dalam memilih pemimpin masa depan mereka. Debat ini juga melibatkan lima panelis dari kalangan akademisi dan praktisi untuk memperkaya diskusi dengan berbagai perspektif.

Sebelumnya, debat pertama yang diadakan pada 24 Oktober 2024 berjalan lancar dan damai.Debat publik kedua yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Kediri pada 14 November 2024 dihadiri oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berpartisipasi dalam Pilkada. Acara ini juga melibatkan lima panelis dari berbagai bidang, termasuk akademisi dan praktisi hukum,
. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Forkopimda, perwakilan dari BNN, Bawaslu kab kediri serta pendukung kedua pasangan calon. Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, menyampaikan pentingnya debat ini sebagai sarana bagi masyarakat untuk memahami program dan visi calon, sehingga dapat memilih dengan bijaksana.

Dalam sambutannya pada debat kedua Pilkada Kabupaten Kediri, Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, menegaskan pentingnya debat sebagai sarana pemaparan visi dan misi para calon bupati dan wakil bupati. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami program yang ditawarkan, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih bijak saat memilih. Nanang menekankan bahwa pemilihan pemimpin yang tepat harus didasarkan pada kesadaran politik masyarakat sendiri, bukan pengaruh luar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu, mencerminkan slogan “Pilkada Jujur Kediri Makmur,” yang diharapkan dapat membawa kemakmuran bagi daerah.

Dalam debat kedua Pilkada Kabupaten Kediri 2024, kedua pasangan calon menyampaikan visi dan misi mereka dengan fokus yang berbeda.

1. Paslon nomor urut 1, Deny Widyanarko – Mudawamah:

Visi: “Kediri mandiri, maju, sejahtera, dan kuat menuju keadilan”.

Misi: Melaksanakan program pembangunan dusun dengan alokasi anggaran Rp300-500 juta per dusun per tahun. Program ini bertujuan mendorong pembangunan ekonomi melalui sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan perikanan, yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Paslon nomor urut 2, Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Maria Ulfa:

Visi: Meneruskan pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.

Misi: Menyampaikan pencapaian selama menjabat, seperti profesionalitas ASN yang meningkat, program “Sahaja” untuk pelayanan kependudukan yang cepat, pembangunan 7 puskesmas rawat inap, serta rencana pengembangan 37 puskesmas lainnya. Di bidang pendidikan, beasiswa dan pembangunan sekolah gratis bagi warga miskin. Pada debat kedua Pilkada Kabupaten Kediri 2024, para pasangan calon bupati dan wakil bupati memaparkan berbagai program unggulan untuk memajukan daerah. Paslon Deny Widyanarko dan Mudawamah, misalnya, menekankan pada program pembangunan dusun dengan anggaran Rp300 juta hingga Rp500 juta per tahun per dusun. Program ini bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur, mendukung ekonomi lokal, serta sektor pertanian dan perikanan.

Sementara itu, paslon petahana Hanindhito Himawan Pramana (Dhito) dan Dewi Mariya Ulfa lebih fokus pada melanjutkan program yang telah ada, seperti peningkatan pelayanan publik, profesionalisme ASN, serta penciptaan lapangan pekerjaan melalui berbagai inisiatif pembangunan ekonomi.

Selain itu, dalam debat tersebut juga dibahas isu-isu penting seperti pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang lebih merata.

Debat ini menampilkan perbedaan pendekatan dari kedua paslon dalam mengelola pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri. (Sdr)

Artikel sebelumyaSerap Aspirasi Rakyat, Anggota DPRD Bojonegoro Sutikno Gelar Reses
Artikel berikutnyaLSM MAKI Berharap Calon Kepala Daerah Sidoarjo Harus Berani Terbebas Dari Korupsi