Hal tersebut dibahas oleh Dr Andi Taufik Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lembaga Administrasi Negara LAN Makassar yang disampaikan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batu, di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Jumat (22/9/2023).
Tuntutan agar ASN keluar dari zona nyaman adalah meningkatkan inovasi untuk memperkuat daya saing daerah utamanya di era saat ini yang serba cepat dan menuntut perubahan yang signifikan terutama dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dalam ceramah umumnya, Dr Andi Taufik mengambil tema “Pentingnya Inovasi Dalam Memberikan Dampak Kinerja bagi ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Batu (Inovasi dalam membangun daya saing daerah).”
“Perubahan terjadi tanpa disadari dan ketika kita sadar kita sudah jauh tertinggal, tidak ada yang dapat menjamin siapa yang akan bertahan, setiap waktu teknologi menciptakan lompatan kejauhan.
Berdasarkan dari hasil data yang dipaparkan Pemerintah Kota Batu mempunyai skor 51,35 (Peringkat 51 dari 93 Kota se Indonesia), untuk itu Dr. Andi Taufik berharap ke depan ada 1 inovasi 1 CPNS.
“Ekosistem inovasi daerah yaitu budaya inovasi, kepemimpinan, manajemen pengetahuan, infrastruktur ORG, regulasi, SDM/agen perubahan,” tambahnya.
Menurut Dr Andi Taufik, faktor kegagalan suatu inovasi adalah salah satunya faktor pimpinan dan ASN yang berada di zona nyaman.
“Do The Best, Apa yang perlu diperbaiki kita perbaiki banyak sekali strategi yang dapat dilakukan dan lakukan studi tiru agar mendapatkan ilmu yang banyak dari daerah lain,” pungkasnya.
Usai kegiatan berakhir Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Dr Andi Taufik tentang inovasi adalah hal yang wajib dilakukan bagi setiap ASN bahkan individu ASN itu sendiri.
“Dari awal saya memimpin kota Batu menegaskan bahwa memulai langkah satu opd satu inovasi sudah berjalan dan banyak hasil yang dicapai namun tidak cukup di situ ke depan saya akan perintahkan minimal satu pejabat yang menduduki eselon mulai eselon 3 untuk berinovasi satu inovasi,” kata Aries.
Peserta Ceramah Umum ini adalah Kepala OPD, Eselon 3, among inovasi di tiap OPD, 29 peserta Diklat Kepemimpinan Aktif dengan jumlah total peserta 136 orang. (Fur)