BOJONEGORO – Kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga kesadaran dalam menggunakan teknologi digital juga menjadi perhatian penting.
Hal inilah yang ditekankan Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty saat menyambangi SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja, Senin (2/11/2026).
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres hadir langsung di sekolah yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Bojonegoro tersebut untuk memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada para siswa.
Dalam kesempatan itu, AKBP Yenni menyampaikan sejumlah pesan penting kepada generasi muda.
Mulai dari bijak bermedia sosial, menjauhi perundungan atau bullying, hingga membangun sikap dan perilaku yang sesuai dengan etika serta norma sosial.
Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar tidak cukup hanya diukur dari prestasi akademik.
Kecerdasan harus diimbangi dengan karakter yang kuat, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kemampuan menghargai orang lain.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kapolres juga mengingatkan para siswa agar lebih cermat ketika menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial.
Para pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas kebenarannya.
Kemampuan berpikir kritis dan menyaring informasi menjadi bekal penting agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan maupun konten negatif di ruang digital.
Tak kalah penting, AKBP Yenni memberikan perhatian khusus terhadap persoalan bullying yang masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan.
Dia mengajak seluruh siswa untuk menghindari segala bentuk perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Sebaliknya, para pelajar harus membangun pertemanan yang sehat, saling menghormati, dan menghargai setiap perbedaan.
Sekolah, lanjutnya, harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk belajar, bertumbuh, serta mengembangkan kemampuan tanpa rasa takut terhadap perlakuan buruk dari orang lain.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif.
Kapolres tidak hanya menyampaikan arahan, tetapi juga mengajak para siswa berdialog secara langsung.
Sejumlah pelajar mendapat kesempatan maju untuk menjawab pertanyaan dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Keberanian siswa untuk berpartisipasi mendapat apresiasi berupa hadiah.
Cara ini sekaligus menjadi motivasi agar para pelajar lebih percaya diri, berani mengemukakan pendapat, dan aktif dalam kegiatan positif.
AKBP Yenni juga membagikan pengalaman semasa dirinya menempuh pendidikan di bangku sekolah.
Dirinya mengingatkan bahwa masa SMA merupakan periode penting yang tidak boleh disia-siakan.
Masa tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, menggali potensi, menambah pengalaman, serta membangun karakter sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, persiapkan diri sejak sekarang dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan membangun karakter positif,” pesan AKBP Yenni di hadapan para siswa.
Ia juga mengajak para pelajar menikmati setiap proses pendidikan dengan penuh tanggung jawab, mensyukuri kesempatan yang dimiliki, menghormati guru dan orang tua, serta tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif.
Kapolres berharap kegiatan Polisi Peduli Pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda di Bojonegoro.
Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang bukan hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, etika dan kepedulian sosial.
Dengan bekal tersebut, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta siap mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa. (aj)












