Beranda Daerah 74 Santri RA Al Fithrah Surabaya Ikuti PERSARI, Belajar Mandiri Tanpa Didampingi...

74 Santri RA Al Fithrah Surabaya Ikuti PERSARI, Belajar Mandiri Tanpa Didampingi Orang Tua

SURABAYA – Membentuk anak yang mandiri, berani, disiplin, dan mampu bekerja sama tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Pengalaman langsung melalui kegiatan edukatif juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter sejak usia dini.

Semangat itulah yang dihadirkan Raudhatul Athfal (RA) Al Fithrah Surabaya melalui kegiatan Perkemahan Satu Hari (PERSARI) Prasiaga.

Sebanyak 74 santri Kelompok B mengikuti kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Jalan Kedinding Lor Nomor 99, Surabaya, Jumat (30/10/2026).

Mengangkat tema “Mandiri, Berani, Ceria”, kegiatan tahunan ini dikemas dengan berbagai aktivitas kepramukaan yang menyenangkan.

PERSARI menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar mengenali potensi diri, membangun keberanian, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Kegiatan dimulai pukul 14.30 WIB dengan pendampingan para ustadzah pembina.

Beragam aktivitas telah disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas pembelajaran sehari-hari.

Mulai dari latihan baris-berbaris, permainan edukatif, hingga jelajah alam menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Setiap aktivitas dirancang agar para santri dapat belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian mengambil inisiatif, serta pentingnya kekompakan dalam kelompok.

Menariknya, salah satu tantangan yang diberikan kepada peserta adalah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa didampingi orang tua.

Melalui kesempatan tersebut, anak-anak didorong untuk lebih percaya diri, berani mencoba pengalaman baru, dan menyelesaikan tugas-tugas sederhana dengan kemampuan sendiri.

Kepala RA Al Fithrah Surabaya menjelaskan bahwa PERSARI memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar kegiatan permainan atau perkemahan.

Program tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan sekolah untuk membangun kepribadian anak sejak usia dini.

“Melalui PERSARI, kami ingin menanamkan nilai kemandirian, kepedulian, dan cinta tanah air. Anak-anak belajar bahwa mereka bisa melakukan sesuatu sendiri, berani tampil, dan bekerja sama dengan teman. Ini adalah implementasi nyata dari visi Cerdas, Islami, Mandiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembelajaran berbasis pengalaman langsung memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Dengan terlibat dalam berbagai kegiatan, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga belajar menghormati teman, mematuhi aturan, serta memahami arti tanggung jawab.

Sepanjang kegiatan, suasana halaman sekolah tampak dipenuhi keceriaan. Para santri terlihat bersemangat mengikuti permainan dan tantangan yang diberikan pembina.

Interaksi antarpeserta juga menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan bersosialisasi dan membangun kebersamaan.

Momen kebersamaan semakin terasa ketika para pramuka cilik berfoto bersama di depan banner bertuliskan “Selamat Datang Peserta PERSARI”, didampingi para ustadzah pembina.

Melalui kegiatan ini, RA Al Fithrah Surabaya berharap nilai-nilai positif yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung.

Kemandirian, kedisiplinan, keberanian, dan kepedulian diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

PERSARI Prasiaga sekaligus menjadi wujud komitmen RA Al Fithrah dalam menjalankan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, pembentukan akhlak, dan pengembangan karakter.

Dengan semangat Cerdas, Islami, Mandiri, sekolah berharap dapat mencetak generasi yang percaya diri, tangguh, peduli terhadap sesama, serta memiliki akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. (sh)

Artikel sebelumyaBukan Kaleng-Kaleng, Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Bergengsi Jawa Timur
Artikel berikutnyaDulu Jualan Jeruk Pakai Motor di Jember, Kini Antoni Mampu Kirim 3 Truk Sehari Berkat BRI