BOJONEGORO – Warga Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan menikmati cuaca cerah sepanjang Sabtu, 31 Oktober 2026.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirangkum dalam laporan harian Pusdalops BPBD Bojonegoro, suhu udara diprediksi mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari.
Meski cuaca cenderung cerah, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan.
Sebab, dalam laporan pemantauan BPBD, terdapat dua kejadian yang tercatat, yakni rumah rusak akibat angin kencang di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, serta pohon tumbang di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander.
Berdasarkan prakiraan cuaca mulai pukul 07.00 WIB, kondisi Bojonegoro pada pagi hari diprediksi cerah dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 2,9 kilometer per jam. Tingkat kelembapan udara mencapai 82 persen.
Memasuki siang hari, suhu udara diperkirakan meningkat hingga 33 derajat Celsius.
Cuaca masih cerah dengan arah angin dari timur berkecepatan 7,6 kilometer per jam. Sementara kelembapan udara turun menjadi 53 persen.
Pada malam hari, cuaca diprakirakan tetap cerah dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 13,2 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 75 persen.
Adapun pada dini hari, kondisi cuaca diprediksi berubah menjadi berawan.
Suhu udara berada di kisaran 25 derajat Celsius, dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 5,2 kilometer per jam serta kelembapan 79 persen.
Hasil pemantauan cuaca secara visual menunjukkan kondisi relatif cerah di sejumlah wilayah.
Bojonegoro Kota dan wilayah selatan terpantau cerah berawan.
Sementara wilayah timur dan barat Kabupaten Bojonegoro dilaporkan dalam kondisi cerah.
Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan bangunan.
Di tengah kondisi cuaca yang relatif cerah, laporan Pusdalops BPBD Bojonegoro mencatat dua kejadian di wilayah kabupaten.
Pertama, rumah mengalami kerusakan akibat angin kencang di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.
Kedua, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca cerah tidak selalu berarti bebas dari potensi gangguan alam.
Warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar maupun bangunan dengan kondisi kurang kokoh diharapkan meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon ketika angin bertiup kencang serta memastikan lingkungan sekitar rumah tetap aman.
Sementara itu, hasil pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo yang bersumber dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III Bengawan Solo menunjukkan kondisi masih normal.
Tinggi muka air tercatat berada di angka 6,00 meter. Status debit sungai dinyatakan normal dengan tren stabil.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan laporan pemantauan, belum terdapat perubahan tren kenaikan maupun penurunan tinggi muka air yang perlu menjadi perhatian khusus.
BPBD Bojonegoro terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, potensi bencana, serta kondisi sungai guna mendukung kesiapsiagaan masyarakat.
Warga diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD Bojonegoro serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian darurat di lingkungan masing-masing. (aj)












