BOJONEGORO – Ribuan jamaah memadati Masjid Besar Nurul Yaqin hingga halaman Balai Desa Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu malam (18/10/2026).
Mereka menghadiri Tablig Akbar yang menghadirkan Ustadz Rifky Ja’far Thalib dari Kasembon, Malang, dalam momentum memperkuat keimanan sekaligus merawat persatuan umat Islam.
Mengusung tema “Bergerak dalam Ketaatan, Bersatu dalam Kebaikan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama, meningkatkan ketakwaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Tablig Akbar yang dimulai pukul 19.15 WIB tersebut diselenggarakan oleh Takmir Masjid Besar Nurul Yaqin bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungadem.
Antusiasme jamaah terlihat dari padatnya lokasi kegiatan, area masjid dipenuhi peserta, sementara jamaah lainnya mengikuti acara dari halaman Balai Desa Kedungadem.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan dakwah dan kajian keislaman di wilayah tersebut.
Tablig Akbar ini tidak hanya dihadiri warga Muhammadiyah dari berbagai desa di Kecamatan Kedungadem.
Jamaah dari organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), juga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Sejumlah perwakilan jamaah dari PCM di wilayah sekitar turut hadir, di antaranya dari Kepohbaru, Baureno, Sumberrejo, Kanor, Balen, Sugihwaras, Sukorame, hingga Bluluk.
Kehadiran jamaah lintas wilayah dan organisasi menjadi salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan tersebut.
Perjumpaan ini membuka ruang silaturahmi sekaligus memperlihatkan bahwa semangat keagamaan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.
Ketua PCM Kedungadem, Dr. H. Bambang Utomo, M.M., mengawali acara dengan menyampaikan sambutan.
Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri Tablig Akbar.
Bambang juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kajian dengan khidmat, menyimak pesan yang disampaikan penceramah, serta mengambil pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi tempat memperkuat spiritualitas, masjid memiliki peran strategis dalam membina karakter dan membangun kehidupan sosial masyarakat.
Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan akhlak, pembinaan umat dan penguatan kepedulian terhadap sesama.
Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian penting dalam upaya memakmurkan masjid.
Lingkungan masjid yang aman, nyaman dan ramah anak dapat membantu mengenalkan nilai-nilai keislaman sejak dini serta menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan keagamaan.
Dengan suasana yang bersahabat bagi anak-anak, masjid diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi penerus untuk belajar tentang ibadah, sopan santun, kebersamaan dan kepedulian sosial.
Upaya tersebut penting agar masjid tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lintas generasi, bukan hanya sebagai tempat beribadah, melainkan juga sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter.
Ketaatan Harus Diwujudkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Tema “Bergerak dalam Ketaatan, Bersatu dalam Kebaikan” membawa pesan bahwa nilai-nilai agama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Ketaatan kepada Allah SWT tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga tercermin dalam kejujuran, akhlak mulia, kepedulian sosial, serta kemauan membantu sesama.
Semangat persatuan juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Perbedaan organisasi, pandangan, maupun latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan.
Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika disertai sikap saling menghormati, menjaga komunikasi dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan positif.
Melalui Tablig Akbar ini, Takmir Masjid Besar Nurul Yaqin dan PCM Kedungadem turut mendorong tumbuhnya kehidupan keagamaan yang seimbang antara penguatan spiritualitas, pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kehadiran ribuan jamaah di Kedungadem menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan, pesan-pesan keagamaan yang diperoleh dalam kajian tersebut dapat diamalkan secara nyata, sehingga masyarakat semakin religius, persaudaraan antarsesama umat semakin erat dan masjid semakin berperan dalam membangun kehidupan yang harmonis serta berakhlak mulia. (aj)












