BOJONEGORO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) di Kabupaten Bojonegoro menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus membangun kolaborasi lintas elemen.
Ketua Panitia HUT ke-28 PJI, Heri Susilo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut di GOR Bojonegoro pada 3 Oktober 2026.
Apresiasi itu disampaikan Heri saat menghadiri rapat bulanan PJI di kediaman Muklasin, Jalan Panglima Polim, Gang Sawan, Senin (12/10/2026).
Menurut Heri, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan, kepedulian, dan semangat gotong royong berbagai pihak.
Selain menjadi perayaan hari jadi organisasi, kegiatan itu juga mempererat hubungan antar angggota serta membuka ruang silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.
Secara khusus, Heri menyampaikan terima kasih kepada EFOS Indonesia (Energy for Synergy) yang diketuai Erwanto serta BM (Budal Makmur) di bawah kepemimpinan M. Ali Syafaat atas dukungan yang diberikan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung HUT PJI ke-28. Semoga kebersamaan dan kekompakan ini terus terjaga sehingga PJI semakin solid dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Heri.
Sementara itu, Ketua EFOS Indonesia, Erwanto, menyampaikan harapannya agar PJI tidak hanya menjadi wadah bagi insan pers, tetapi juga berperan sebagai jembatan komunikasi dan kolaborasi antara jurnalis, pemerintah, dinas terkait, TNI-Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat luas.
Ia menilai, pers mempunyai posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta menjalankan fungsi kontrol sosial.
Peran tersebut perlu dijalankan dengan menjunjung tinggi profesionalisme, tanggung jawab, dan independensi jurnalistik.
Karena itu, Erwanto mendorong terbangunnya hubungan yang terbuka dan saling menghormati antara insan pers dan berbagai pemangku kepentingan.
“Harapan kami, PJI dapat menjadi wadah yang mempererat tali persaudaraan antara insan pers, pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat. Melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan, kita dapat membangun kolaborasi yang bermanfaat serta mencari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkap Erwanto.
Menurutnya, komunikasi yang sehat dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus memperkuat kepercayaan antara lembaga, organisasi dan masyarakat.
Erwanto menjelaskan, semangat Energy for Synergy yang diusung EFOS Indonesia mengandung pesan tentang pentingnya menyatukan energi, gagasan dan potensi dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat gotong royong yang dibangun BM Budal Makmur di bawah kepemimpinan M. Ali Syafaat.
Namun, ia menegaskan bahwa kolaborasi harus tetap berjalan dengan menghormati tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing pihak.
Kemitraan yang baik tidak boleh menghilangkan prinsip dasar yang menjadi landasan setiap profesi maupun lembaga.
Dalam konteks jurnalistik, independensi dan profesionalisme pers harus tetap dijaga.
Di sisi lain, komunikasi yang terbuka dengan pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat transparansi informasi serta kehidupan demokrasi.
Dengan demikian, sinergi bukan sekadar membangun kedekatan, melainkan menciptakan hubungan yang produktif tanpa mengabaikan tanggung jawab masing-masing.
Peringatan HUT ke-28 PJI di Bojonegoro diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
Momentum tersebut juga diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat persaudaraan antarjurnalis, memperluas jaringan kemitraan, serta mendorong kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dukungan EFOS Indonesia dan BM Budal Makmur menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan yang dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Erwanto menilai, pembangunan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dengan kontribusi sesuai kapasitas dan tanggung jawab masing-masing.
Oleh sebab itu, komunikasi, solidaritas, dan kepedulian sosial perlu terus dirawat.
“Pembangunan Indonesia membutuhkan peran dan kontribusi seluruh elemen bangsa. Mari kita jaga persaudaraan, perkuat komunikasi dan saling mendukung sesuai peran masing-masing demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, bahagia, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pers, pemerintah, TNI Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat mengambil peran masing-masing untuk menciptakan lingkungan yang lebih terbuka, harmonis dan berorientasi pada kepentingan publik. (aj)












