Beranda Infotaiment Bukan Cuma Pangan, 11 Kelompok Pengeluaran di Gresik Alami Inflasi

Bukan Cuma Pangan, 11 Kelompok Pengeluaran di Gresik Alami Inflasi

GRESIK – Perkembangan harga barang dan jasa di Kabupaten Gresik kembali menjadi perhatian.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Kabupaten Gresik mencapai 3,07 persen pada Oktober 2026.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya peningkatan harga berbagai kebutuhan masyarakat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Gresik pada Oktober 2026 berada di angka 110,50.

Sementara itu, inflasi bulanan tercatat relatif terkendali di level 0,08 persen dibandingkan September 2026.

Ketua Tim Statistik Harga BPS Kabupaten Gresik, Muhamad Alamsyah, mengungkapkan bahwa tekanan inflasi tahunan terjadi pada seluruh 11 kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penghitungan IHK.

Dari seluruh kelompok tersebut, perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi dengan inflasi mencapai 5,53 persen.

Posisi berikutnya ditempati kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 4,70 persen.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat kenaikan cukup tinggi, yakni 4,14 persen.

“Secara year-on-year, inflasi tercatat pada seluruh 11 kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin dengan inflasi 5,53 persen, kemudian sektor transportasi sebesar 4,70 persen, dan sektor makanan, minuman, serta tembakau sebesar 4,14 persen,” jelas Muhamad Alamsyah.

Jika dicermati lebih jauh, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah kelompok pengeluaran lain juga mengalami inflasi dengan besaran yang berbeda-beda.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mencatat inflasi sebesar 3,22 persen.

Kemudian kelompok pendidikan mengalami kenaikan 2,53 persen, disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,42 persen.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 2,15 persen.

Adapun kelompok kesehatan mencatat kenaikan 1,41 persen.

Pada kelompok lainnya, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,26 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga tercatat naik 0,67 persen.

Adapun kenaikan paling rendah terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya yang mencatat inflasi sebesar 0,59 persen.

Alamsyah kembali menjelaskan bahwa seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga secara tahunan, meskipun dengan tingkat inflasi yang tidak sama.

“Adapun kelompok kesehatan mencatat inflasi 1,41 persen, informasi dan keuangan 1,26 persen, serta perumahan dan rumah tangga 0,67 persen. Kenaikan terendah terjadi pada rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,59 persen,” tuturnya.

Di sisi lain, perkembangan inflasi Kabupaten Gresik pada Oktober 2026 juga terlihat dari perbandingan harga secara bulanan atau month-to-month (m-to-m).

BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,08 persen dibandingkan September 2026.

Angka ini menggambarkan kenaikan harga secara umum dalam rentang satu bulan terakhir.

Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) tercatat sebesar 2,01 persen.

Perhitungan tersebut merupakan akumulasi perubahan harga sejak Desember 2025 hingga Oktober 2026.

Dengan demikian, terdapat tiga indikator penting dalam perkembangan inflasi Kabupaten Gresik pada Oktober 2026, yakni inflasi tahunan sebesar 3,07 persen, inflasi bulanan 0,08 persen, dan inflasi tahun kalender sebesar 2,01 persen.

Data BPS tersebut menjadi gambaran kondisi perkembangan harga berbagai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gresik.

Pergerakan angka inflasi juga menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dinamika perekonomian daerah serta perkembangan daya beli masyarakat. (rif)

Artikel sebelumyaPeduli Lansia Sebatang Kara, Pemkab Gresik Uji Coba Program PIRINGKU
Artikel berikutnyaPetinggi SMSI Kumpul di Jakarta, Bahas Arah Pemerintahan Prabowo