LAMONGAN – Ancaman serangan hama tikus terhadap tanaman padi mendorong jajaran TNI-Polri bersama pemerintah Kecamatan Deket dan petani mengambil langkah nyata.
Upaya penyelamatan lahan pertanian dilakukan melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus di area persawahan Desa Deketwetan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur tersebut menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menekan perkembangan populasi hama tikus yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman sekaligus mengancam hasil panen petani.
Tidak hanya melakukan penanganan langsung di sawah, gerakan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi petani agar memahami metode pengendalian hama yang efektif, tepat sasaran dan tetap memperhatikan keselamatan lingkungan.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Deket Suwanto S., S.STP., M.M., Danramil 0812/02 Deket Kapten Inf Sukri, S.Sos., serta Kapolsek Deket AKP Ahmad Khusen, S.H., M.H.
Turut hadir Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Deket Diyah, Kepala Desa Deketwetan Ir. Kusbianto, M.M., jajaran Babinsa, Ketua Poktan Tani Makmur Arif, serta puluhan petani yang ikut terlibat dalam gerakan pengendalian tersebut.
Sebelum turun langsung ke area persawahan, para peserta mendapatkan sosialisasi dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) mengenai langkah-langkah pengendalian hama tikus secara terpadu.
Dalam penyampaian materi, petani diingatkan bahwa penanganan hama tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.
Diperlukan gerakan bersama yang terkoordinasi dan berkelanjutan agar pengendalian dapat memberikan hasil maksimal.
Salah satu PPL, Sutarno, menjelaskan bahwa keterlibatan seluruh petani menjadi faktor penting dalam menekan perkembangan populasi tikus di kawasan persawahan.
Menurutnya, pengendalian yang dilakukan secara serentak, terencana dan tepat sasaran akan lebih efektif dibandingkan penanganan secara parsial.
Dia juga mengingatkan agar penggunaan bahan pengendali selalu mengikuti ketentuan yang berlaku.
Aspek keamanan lingkungan, kesehatan manusia, dan keseimbangan ekosistem pertanian harus menjadi perhatian utama.
Setelah mendapatkan penjelasan teknis, kegiatan dilanjutkan dengan aksi lapangan.
Babinsa Koramil 0812/02 Deket bersama Bhabinkamtibmas Polsek Deket dan para petani menyusuri kawasan persawahan untuk melakukan pengendalian pada sejumlah titik yang terindikasi menjadi tempat persembunyian maupun sarang hama tikus.
Kehadiran aparat TNI-Polri di tengah aktivitas petani sekaligus menunjukkan dukungan terhadap upaya perlindungan sektor pertanian, yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat pedesaan.
Danramil 0812/02 Deket Kapten Inf Sukri, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Petani merupakan salah satu ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, kami dari TNI, khususnya Kodim 0812/Lamongan melalui Koramil 0812/02 Deket, akan terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat dalam mendukung kegiatan pertanian,” ungkapnya.
Dia berharap gerakan pengendalian hama tikus tersebut mampu menekan populasi hama sehingga tanaman padi dapat tumbuh lebih baik dan potensi hasil panen petani tetap terjaga.
Sukri juga menekankan pentingnya mempertahankan semangat gotong royong.
Menurutnya, keberhasilan mengatasi serangan hama tidak cukup hanya mengandalkan petugas atau aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh petani secara konsisten.
Gerakan pengendalian hama tikus ini mendapat sambutan positif dari anggota Poktan Tani Makmur.
Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan petugas pertanian dinilai menjadi dukungan penting bagi petani dalam menghadapi ancaman yang dapat memengaruhi produktivitas lahan.
Aksi bersama tersebut memperlihatkan bahwa perlindungan sektor pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat kewilayahan, penyuluh hingga kelompok tani.
Dengan langkah terpadu dan berkesinambungan, ancaman hama tikus diharapkan dapat dikendalikan, tanaman padi terlindungi, serta produktivitas pertanian di Desa Deketwetan tetap terjaga.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Lamongan. (as)












