BOJONEGORO – Perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 semakin semarak dengan kehadiran ratusan pecinta otomotif ekstrem dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 400 kendaraan jeep dan trail disiapkan untuk menjelajahi jalur menantang di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekaligus membawa misi sosial bagi masyarakat.
Kegiatan bertajuk Eksplorasi Wilayah Bojonegoro Selatan ini diinisiasi oleh Bojonegoro Offroad dan Trailj Adventure.
Tak hanya menguji ketangguhan kendaraan dan keterampilan pengemudi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang memperkenalkan potensi alam, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
Peserta akan diberangkatkan dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.
Dari titik awal tersebut, rombongan bakal menyusuri jalur yang melintasi kawasan hutan dan perbukitan, termasuk kawasan Gunung Batu, dengan rute yang melewati sejumlah kecamatan.
Wilayah yang menjadi lintasan petualangan ini meliputi Kecamatan Ngambon, Sekar, Gondang, Bubulan, Ngasem, dan Gayam.
Setelah menaklukkan berbagai karakter medan, seluruh peserta dijadwalkan kembali ke garis finis di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.
Perpaduan jalur alam, medan menantang, serta panorama khas Bojonegoro bagian selatan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar olahraga otomotif ekstrem.
Untuk mengakomodasi kemampuan dan karakter kendaraan yang berbeda, panitia menghadirkan empat kelas dalam kegiatan tersebut.
Kelas pertama adalah Ultimate, yang menjadi kategori paling ekstrem dengan kendaraan berkarakter monster dan dirancang untuk menghadapi medan mulai dari tingkat ringan hingga paling berat.
Berikutnya, kelas Extreme diikuti kendaraan dengan modifikasi tangguh yang disiapkan untuk menaklukkan lintasan penuh tantangan.
Bagi peserta yang ingin menikmati petualangan tanpa harus berhadapan dengan tingkat kesulitan tertinggi, tersedia kelas Fun yang diperuntukkan bagi para offroader pemula.
Sementara itu, kelas Trail menghadirkan pengalaman menjelajah jalur menantang menggunakan kendaraan trail dengan modifikasi standar.
Keberadaan empat kelas tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi peserta sekaligus menambah daya tarik perayaan HJB ke-349.
Setiap peserta dapat menikmati karakter jalur yang beragam sembari mengenal lebih dekat keindahan alam dan potensi wilayah Bojonegoro selatan.
Di balik deru mesin dan tantangan lintasan, kegiatan ini membawa misi kemanusiaan yang menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan tersebut.
Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan sosial, mulai dari pembagian paket sembako kepada masyarakat di sepanjang rute offroad, pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, hingga pembangunan tempat ibadah berupa musala di Desa Pragelan, Kecamatan Gondang.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi sarana untuk memperluas kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah yang dilalui peserta.
Kegiatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk merasakan dampak positif dari kedatangan ratusan peserta, baik melalui interaksi sosial maupun aktivitas ekonomi selama berlangsungnya acara.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengapresiasi partisipasi Bojonegoro Offroad dan Trail Adventure yang turut memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 sekaligus HUT ke-81 TNI.
Dalam sambutannya sebelum memberangkatkan peserta secara simbolis, Setyo Wahono menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan keunikan alam Bojonegoro sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, petualangan offroad tidak semata-mata berkaitan dengan olahraga dan kemampuan menaklukkan medan ekstrem.
Kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk menghadirkan kontribusi sosial serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.
“Kami sampaikan terima kasih atas partisipasi dari Bojonegoro Offroad dan Trail Adventure yang telah turut serta memeriahkan momentum HJB ke-349 dan HUT TNI ke-81. Momentum ini mari kita manfaatkan dengan membawa misi sosial sekaligus, yakni mengupayakan kebermanfaatan kita dan acara kita untuk sesama. Baik berdampak pada wilayah Bojonegoro maupun pada perekonomian masyarakat sekitar,” tutur Bupati Bojonegoro.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan kegiatan olahraga, promosi daerah dan aksi kemanusiaan agar manfaatnya tidak berhenti pada kemeriahan acara semata.
Eksplorasi Bojonegoro Selatan menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi wilayah melalui kegiatan yang mampu menarik perhatian komunitas otomotif dari berbagai daerah.
Kawasan hutan, perbukitan, serta jalur alam yang dilintasi peserta memberikan gambaran mengenai kekayaan bentang alam Bojonegoro yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis petualangan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keselamatan peserta.
Kehadiran ratusan kendaraan juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Pergerakan peserta dan rombongan pendukung dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia makanan dan minuman hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap perpaduan olahraga otomotif ekstrem, promosi potensi wisata dan kegiatan bakti sosial mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, perayaan HJB ke-349 dan HUT ke-81 TNI diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan dan pengalaman petualangan yang berkesan, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi warga yang berada di sepanjang jalur eksplorasi.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, deru mesin jeep dan trail di Bojonegoro selatan menjadi bagian dari upaya merayakan hari jadi daerah melalui kegiatan yang memadukan tantangan, keindahan alam, dan pengabdian kepada masyarakat. (Pro/aj)












