BOJONEGORO – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349 bakal semakin meriah dengan gelaran Bojonegoro Bahagia Car Free Night pada Sabtu (24/10/2026).
Tak hanya menghadirkan pasar rakyat dan pagelaran seni tradisional Sandur, acara ini juga menyiapkan 10.000 porsi makanan gratis bagi masyarakat.
Di balik kemeriahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat yang berencana menghadiri acara di kawasan Alun-Alun Bojonegoro diminta mematuhi aturan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny, mengajak seluruh pengunjung berperan aktif menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan penyelenggara, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban bersama.
Himbauan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Bojonegoro Bahagia Car Free Night, Jumat (23/10/2026).
Untuk mendukung kelancaran acara, kawasan Alun-Alun Bojonegoro akan disterilkan sesuai pengaturan yang telah disiapkan.
Langkah ini dilakukan agar aktivitas selama Car Free Night berlangsung lebih tertib dan masyarakat dapat menikmati berbagai hiburan dengan nyaman.
Aeny menjelaskan bahwa upaya menjaga kondusivitas kegiatan tersebut sejalan dengan jargon Kepolisian Daerah Jawa Timur, yakni Jogo Omah, yang mengajak masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Pelaksanaan Bojonegoro Bahagia Car Free Night diharapkan dapat berlangsung lebih aman dengan adanya pensterilan kawasan Alun-Alun Bojonegoro. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir,” terangnya.
Dengan adanya pengaturan kawasan, pengunjung diharapkan memahami ketentuan yang diberlakukan selama kegiatan berlangsung.
Kerja sama masyarakat dalam mengikuti arahan petugas menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah gangguan ketertiban.
Satpol PP Bojonegoro juga memberikan perhatian terhadap pengaturan kendaraan pengunjung.
Masyarakat yang membawa sepeda motor maupun mobil diminta memarkirkan kendaraannya di lokasi yang telah disediakan.
Pengendara diimbau tidak memarkir kendaraan sembarangan, terutama di area yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas atau aktivitas petugas selama acara.
Pengunjung juga diminta mengikuti petunjuk petugas di lapangan agar pengaturan kendaraan berjalan tertib.
Kepatuhan terhadap aturan parkir diharapkan dapat mengurangi potensi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi acara, sehingga masyarakat bisa mengakses kawasan kegiatan dengan lebih nyaman.
Selain mengingatkan soal parkir, Laela mengimbau pengunjung agar tetap waspada terhadap barang bawaan masing-masing.
Masyarakat diminta menjaga telepon genggam, dompet, tas, dan barang berharga lainnya selama menikmati keramaian.
Pengunjung juga disarankan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
Kewaspadaan tersebut penting, terutama ketika pengunjung berada di tengah kerumunan atau berpindah dari satu titik kegiatan ke titik lainnya.
Masyarakat diharapkan saling menjaga dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Harapannya, kita semua bisa bersama-sama menjaga kegiatan Bojonegoro Bahagia Car Free Night agar tetap tertib, kondusif, dan aman. Mari saling menjaga sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman,” pesannya.
Bojonegoro Bahagia Car Free Night menjadi salah satu agenda yang menambah semarak peringatan HJB ke-349.
Berbagai kegiatan disiapkan untuk memberikan ruang hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Pengunjung dapat menikmati suasana pasar rakyat, menyaksikan pagelaran seni tradisional Sandur, serta memperoleh kesempatan menikmati makanan gratis yang disediakan sebanyak 10.000 porsi.
Kehadiran beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat menarik partisipasi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha dan kesenian lokal untuk turut memeriahkan perayaan hari jadi daerah.
Meski demikian, masyarakat tetap dihimbau menjaga ketertiban selama menikmati rangkaian acara, termasuk saat mengantre makanan maupun menyaksikan pertunjukan.
Kesadaran untuk mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan dan menghormati pengunjung lainnya akan membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi semua pihak.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap Bojonegoro Bahagia Car Free Night tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Sinergi antara pemerintah daerah, petugas keamanan dan masyarakat diperlukan agar kegiatan dapat berlangsung lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Karena itu, masyarakat diharapkan mematuhi pengaturan kawasan, menggunakan lokasi parkir yang tersedia, menjaga barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas selama acara berlangsung.
Dengan dukungan seluruh pihak, Bojonegoro Bahagia Car Free Night diharapkan menjadi bagian dari perayaan HJB ke-349 yang meriah, aman, tertib, dan berkesan bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro.
(aj)












