Beranda Daerah Penuh Warna, Upacara HJB ke-349 Bojonegoro Suguhkan Atraksi Budaya

Penuh Warna, Upacara HJB ke-349 Bojonegoro Suguhkan Atraksi Budaya

BOJONEGORO – Alun-Alun Bojonegoro berubah menjadi panggung perayaan penuh warna saat puncak Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB) digelar pada Selasa (20/10/2026).

Upacara yang sekaligus memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur itu berlangsung khidmat, berpadu dengan kemegahan budaya lokal, penampilan tari kolosal, hingga atraksi marching band yang memikat perhatian.

Perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Momentum tersebut juga menghadirkan pesan kuat tentang persatuan, pelestarian budaya, apresiasi terhadap warga berprestasi, serta komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, unsur TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta organisasi kemasyarakatan turut mengikuti upacara tersebut.

Suasana peringatan Hari Jadi Bojonegoro sudah terasa sejak pagi. Mulai pukul 06.00 WIB, para peserta upacara berdatangan dan memasuki kawasan Alun-Alun Bojonegoro untuk mengikuti rangkaian acara puncak HJB ke-349.

Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah busana yang dikenakan para peserta.

Aparatur sipil negara (ASN) tampil mengenakan pakaian adat Obor Sewu, sedangkan Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat mengenakan pakaian adat yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.

Pemandangan tersebut menghadirkan nuansa khas dalam perayaan hari jadi daerah.

Keberagaman busana menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus menggambarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yakni tetap bersatu di tengah perbedaan.

Prosesi upacara dipimpin oleh Perwira Upacara Camat Baureno, Triguno Sudjono Prio.

Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan kebersamaan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam memperingati perjalanan panjang Kabupaten Bojonegoro.

Kehadiran lintas elemen tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga legislatif, dunia pendidikan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan.

Setelah rangkaian upacara, kemeriahan semakin terasa melalui penampilan seni budaya yang mengangkat kekayaan lokal Bojonegoro.

Tari Jambul Meliwis Putih Malowopati menjadi salah satu sajian yang memperkuat karakter budaya dalam perayaan HJB ke-349.

Penampilan ini menghadirkan nuansa artistik sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan dan merawat identitas budaya daerah kepada masyarakat.

Kesenian lokal yang ditampilkan dalam perayaan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi para peserta.

Seni budaya menjadi bagian penting dalam menjaga warisan daerah agar tetap dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda.

Kemegahan acara kemudian semakin lengkap dengan penampilan marching band Gemantara Dharma Praja dari SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja.

Atraksi marching band tersebut menutup rangkaian kegiatan dengan suasana semarak.

Penampilan para pelajar menjadi salah satu daya tarik yang memperlihatkan peran generasi muda dalam memeriahkan peringatan hari jadi sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan.

Di tengah perayaan HJB ke-349, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga memberikan penghargaan kepada sejumlah warga inspiratif yang dinilai telah memberikan kontribusi dan menorehkan prestasi di berbagai bidang.

Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap individu yang ikut membawa nama baik daerah serta berperan dalam kehidupan masyarakat.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar semakin banyak warga berani berkarya, meningkatkan prestasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan Bojonegoro.

Di balik kemeriahan upacara dan pertunjukan budaya, apresiasi kepada warga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah.

Partisipasi, kreativitas dan kontribusi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun daerah yang lebih maju.

Peringatan Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.

Usia yang semakin matang menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, pelaku budaya, komunitas, hingga masyarakat di tingkat desa.

Semangat persatuan yang tercermin melalui penggunaan pakaian adat, penampilan kesenian lokal, serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan tidak berhenti pada perayaan tahunan.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui gotong royong, kepedulian sosial dan partisipasi aktif dalam pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat diharapkan terus memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan daerah sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan.

Dengan semangat HJB ke-349, Bojonegoro diharapkan semakin berkembang sebagai daerah yang mampu menjaga identitas budaya, menghargai prestasi warganya, serta membangun masa depan yang lebih baik.

Perayaan ini pun menjadi penegas bahwa perjalanan Bojonegoro bukan hanya tentang sejarah yang telah dilalui, melainkan juga tentang harapan dan kerja bersama untuk mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan. (aj)

Artikel sebelumyaHadapi Ancaman Kekeringan, Bupati Wahono dan Warga Bojonegoro Sholat Istisqa
Artikel berikutnyaLaka Lantas di Kedungadem Bojonegoro, Pengendara Diingatkan Lebih Hati-hati