Beranda TNI/POLRI Kapolres Lamongan Rangkul NU dan Muhammadiyah, Ini yang Dibahas

Kapolres Lamongan Rangkul NU dan Muhammadiyah, Ini yang Dibahas

LAMONGAN – Menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional, Polres Lamongan memperkuat koordinasi dengan organisasi keagamaan.

Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D., bersilaturahmi dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Lamongan, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Lobby Polres Lamongan tersebut tidak sekadar menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan.

Sejumlah persoalan strategis turut dibahas, mulai dari kesiapan pengamanan Hari Santri Nasional hingga upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kolaborasi antara kepolisian dan elemen keagamaan.

Dalam pertemuan bersama PCNU Kabupaten Lamongan, Kapolres didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan.

Rombongan disambut Ketua Panitia Hari Santri, Nurul Anwar, bersama jajaran pengurus PCNU.

Fokus pembahasan diarahkan pada persiapan puncak peringatan Hari Santri Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026).

Agenda tersebut rencananya diisi dengan kegiatan jalan sehat sepanjang empat kilometer, dengan Alun-Alun Lamongan sebagai pusat kegiatan.

Untuk mendukung kelancaran acara, kesiapan pengamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Kapolres Lamongan menegaskan bahwa jajarannya telah menyusun langkah-langkah pengamanan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

“Kami sudah menyusun langkah-langkah pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional berjalan aman, tertib, dan lancar,” jelasnya.

Polres Lamongan juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan kepolisian.

Koordinasi dengan panitia dan pengurus PCNU diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Sinergi tersebut dinilai penting karena pengamanan kegiatan masyarakat tidak hanya bertumpu pada kesiapan petugas, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat.

Muhammadiyah Soroti Pembinaan Generasi Muda
Selain bertemu pengurus PCNU, Kapolres Lamongan juga menerima jajaran PD Muhammadiyah Kabupaten Lamongan yang dipimpin Ketua PD Muhammadiyah, KH. Drs. Shodikin, M.Pd.

Dalam pertemuan itu, perwakilan Muhammadiyah menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan Polres Lamongan, khususnya pengaturan lalu lintas pada pagi hari di sejumlah persimpangan dan ruas jalan kawasan perkotaan.

Namun, pembahasan tidak berhenti pada persoalan lalu lintas.

Kedua pihak turut menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko, terutama penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

PD Muhammadiyah mendorong penguatan kolaborasi antara kepolisian, lembaga pendidikan dan pemerintah desa untuk memperluas kegiatan edukasi serta penyuluhan bagi kalangan remaja.

Program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Lamongan, termasuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

Edukasi sejak dini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai risiko penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, sekaligus membangun kesadaran terhadap pentingnya perilaku positif serta kepatuhan terhadap aturan.

Menanggapi masukan tersebut, Kapolres Lamongan menyampaikan bahwa Polres Lamongan bersama jajaran telah mengagendakan program penyuluhan di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.

Pihaknya berupaya memperbaiki pelaksanaan program sekaligus memperluas jangkauannya agar semakin banyak sekolah di wilayah Kabupaten Lamongan yang dapat menerima edukasi.

“Terkait pelaksanaan program penyuluhan di lingkungan sekolah, kami terus berupaya melakukan perbaikan dan memperluas jangkauan agar dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Lamongan. Tentunya, hal ini membutuhkan dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak, termasuk pengurus PD Muhammadiyah,” tambahnya.

Menurut Kapolres, keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga didukung lingkungan pendidikan, keluarga, pemerintah desa dan organisasi kemasyarakatan.

Melalui pendekatan tersebut, pembinaan generasi muda diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa silaturahmi dengan PCNU dan PD Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan organisasi keagamaan.

Komunikasi yang terbuka dan kerja sama berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, baik dalam pengamanan kegiatan masyarakat, peningkatan keselamatan berlalu lintas, maupun pencegahan pengaruh negatif terhadap generasi muda.

Pertemuan tersebut sekaligus membuka ruang koordinasi untuk menyelaraskan peran masing-masing pihak dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Lamongan.

Dengan dukungan organisasi keagamaan dan berbagai elemen masyarakat, Polres Lamongan berharap tercipta lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif bagi seluruh warga.

Di sisi lain, penguatan edukasi bagi pelajar dan remaja diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang sehat, berkarakter, taat aturan, dan memiliki kesempatan berkembang secara positif.

Sinergi antara kepolisian, NU, Muhammadiyah dan lembaga pendidikan pun menjadi salah satu upaya bersama untuk menjaga keamanan Lamongan sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik. (as)

Artikel sebelumyaWarga Bojonegoro dan Lamongan Wajib Waspada, Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sore Ini
Artikel berikutnyaDoa Bersama di Pendopo Lamongan, Kerukunan Jadi Pesan Utama