Beranda Infotaiment Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Rekrutmen 3.000 Pekerja, Seleksi Berlanjut hingga 2027

Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Rekrutmen 3.000 Pekerja, Seleksi Berlanjut hingga 2027

BOJONEGORO – Peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro terbuka lebar, PT Shou Fong Lastindo membutuhkan hingga 3.000 tenaga kerja untuk mendukung kegiatan industrinya di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut memfasilitasi proses rekrutmen melalui kegiatan walk in interview yang dimulai Senin (12/10/2026).

Besarnya kebutuhan tenaga kerja tersebut menarik perhatian masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan rekrutmen, jumlah pelamar tercatat mencapai 10.333 orang, termasuk pelamar penyandang disabilitas.

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kesempatan kerja yang tersedia.

Di sisi lain, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri agar proses seleksi berjalan tertib dan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat terpenuhi sesuai kualifikasi.

PT Shou Fong Lastindo merupakan perusahaan industri alas kaki yang memproduksi sepatu dan sandal.

Rekrutmen ini diharapkan membuka akses pekerjaan lebih luas bagi pencari kerja, khususnya warga lokal.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, hadir untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rekrutmen tersebut.

“Pemerintah Kabupaten berharap kesempatan kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat Bojonegoro untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Fasilitasi rekrutmen ini menjadi salah satu langkah Pemkab Bojonegoro dalam mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menyampaikan bahwa kegiatan walk in interview merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja.

“Melalui kegiatan tersebut, pencari kerja dapat memperoleh informasi kesempatan kerja sekaligus mengikuti proses seleksi secara langsung sesuai persyaratan perusahaan,” ujarnya.

Selain memfasilitasi rekrutmen, Pemkab Bojonegoro juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja dan pengembangan kompetensi.

Langkah ini diperlukan agar keterampilan pencari kerja semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan hingga 3.000 tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap.

Proses rekrutmen direncanakan berlangsung hingga April 2027.

Pelaksanaan seleksi mempertimbangkan kebutuhan pelatihan, pengalaman kerja, serta kesiapan calon pekerja sebelum ditempatkan pada bagian operasional produksi.

Dengan tahapan tersebut, perusahaan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai kebutuhan operasional, sementara para pelamar memiliki kesempatan mengikuti proses seleksi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Masyarakat perlu memahami bahwa jumlah kebutuhan tenaga kerja bukan berarti seluruh pelamar akan diterima.

Keputusan penerimaan tetap mengikuti proses seleksi dan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.

Di tengah besarnya minat masyarakat, perusahaan menegaskan bahwa proses rekrutmen dilaksanakan secara resmi dan tidak dipungut biaya.

Para pelamar dihimbau mengikuti prosedur seleksi yang telah ditetapkan serta berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta uang atau imbalan tertentu.

Informasi mengenai tahapan seleksi sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi perusahaan atau Disperinaker Kabupaten Bojonegoro.

Langkah ini penting untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan proses penerimaan tenaga kerja.

Dukungan terhadap rekrutmen tersebut juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Choirul Anam.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan keluarga.

Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penurunan angka pengangguran melalui fasilitasi rekrutmen, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan informasi pasar kerja dan pengembangan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan relevan dan daya saing.

Melalui kerja sama berkelanjutan dengan sektor industri, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Kebutuhan hingga 3.000 pekerja di PT Shou Fong Lastindo pun menjadi salah satu peluang yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (aj)

Artikel sebelumyaKOMPI Desak Presiden Usut Kejanggalan Pemilihan Rektor UNMUL Samarinda Kaltim
Artikel berikutnyaWisata Kedung Lantung Bojonegoro Segera Diluncurkan, Festival Bakal Spektakuler